SERANG - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Serang tidak bisa bicara banyak soal target di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Banten, 20-29 November mendatang. Wadah cabang olahraga (cabor) di Kota Serang ini justru tidak yakin jika Kota Serang bisa mengulang prestasi seperti di Proprov sebelumnya. Penyebabnya adalah masalah pendanaan.
Sesuai rilis tertulis KONI Kota Serang yang diterima Radar Banten, kemarin (20/9), bahwa sampai saat ini, karut marut persiapan masih dihadapi kontingen Kota Serang yang akan diberangkatkan ke Kota Tangerang untuk berlaga di Porprov. Masalah utamanya adalah jumlah dana hibah dari Pemkot Serang. Tahun ini, KONI Kota Serang hanya mendapatkan Rp4 miliar.
Dana hibah ini tidak cuma untuk mengakomodir keikutsertaan Kota Serang di Porprov VI Banten 2022. Tetapi juga untuk membina semua cabor selama 2022.
Akibatnya, Kota Serang hanya mampu memberangkatkan 481 kontingen. Perinciannya, 382 atlet, 53 pelatih, dan 46 asisten pelatih. Jumlah terkecil selama keikutsertaan Kota Serang di Porprov.
Padahal, pada dua event Porprov sebelumnya, KONI Kota Serang selalu dibekali dengan dana cukup besar. Di Porprov IV Banten 2014, mendapatkan anggaran Rp9,5 miliar sehingga Kota Serang mampu mengirim 614 kontingen dengan 500 atlet, 40 pelatih, 40 asisten pelatih, dan 34 manajer. Saat itu, Kota Serang menjadi juara umum.
Lalu, di Porprov V Banten 2018 di Kabupaten Tangerang, KONI Kota Serang menerima anggaran Rp10 miliar. Sehingga, mampu menerjunkan kontingen 588 orang dengan 479 atlet, 43 pelatih, 33 asisten pelatih, dan 33 manager. Waktu itu, Kota Serang berada di urutan ketiga.
Permasalahan dana pada tahun ini membuat keberangkatan kontingen Kota Serang ke Porprov VI Banten juga disebut tanpa persiapan Pemusatan Latihan Kota (Pelatkot). Pasalnya, dari Rp4 miliar itu hanya cukup untuk pemberangkatan kontingen ke Porprov VI Banten 2022.
Skuat yang minimalis dan tanpa persiapan tersebut diyakini akan membuat prestasi Kota Serang di Porprov VI Banten 2022 terpuruk. “Saya melihatnya sedih. Kita disuruh perang, tapi tidak dikasih amunisi,” keluh Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Serang DN Hamzah.
Makanya, kata dia, KONI Kota Serang dengan berat hati sudah memberitahukan kondisi tersebut kepada 43 cabor. Bahwa, di Porprov VI Banten 2022 nanti, Kota Serang tidak memasang target.
“Kami bisa mengirim atlet saja sudah bagus, apalagi tanpa Pelatkot. Kasihan atlet bila dipaksa latihan tapi tanpa disiapkan makan, minum, dan nutrisinya,” ucapnya.
Ketua Umum KONI Kota Serang Deni Arisandi sendiri tidak menyangka jika di penghujung masa kepemimpinannya, prestasi olahraga Kota Serang akan terpuruk. “Masa kejayaan kita di Porprov IV 2014, Kota Serang dengan meraih juara umum dan saat PON XIX Jawa Barat 2018 jadi daerah terbanyak mengirimkan perwakilan, sebanyak 117 orang dengan rincian 76 atlet dan 46 ofisial serta mampu mendulang tujuh emas, dua perak, dan 11 perunggu,” jabarnya.
Deni tidak bermaksud untuk menyerah sebelum berperang di Porprov VI Banten 2022. “Tapi ini lah kenyataan yang ada. Bohong, prestasi olahraga bisa didapat tanpa sokongan dana dari pemerintah daerah. Meski demikian, kami akan coba tetap berjuang habis-habisan sampai titik darah penghabisan demi Kota Serang. Semoga ke depan, siapa pun pemimpinnya, bisa lebih peduli terhadap olahraga,” tutupnya. (don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
