DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

RSUD Siapkan Ruang Rehabilitasi Narkotika

post-img

PANDEGLANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang menyiapkan ruang pelayanan rehabilitasi narkotika. Ruangan ter­sebut untuk penanganan medis bagi pe­nyalahguna, pecandu, dan korban penyalah­gunaan narkotika di wilayah Pandeglang.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang Wildani Hapit mengatakan, ruang pelayanan rehabilitasi narkotika Adhyaksa di rumah sakit merupakan kerja sama Kejaksaan dengan Pemkab Pandeglang.

“Inisiasi dari Kejaksaan. Disiapkan untuk mem­bantu penanganan perkara untuk RJ (Res­torative Justice) narkotika dan masyarakat umum,” katanya kepada Radar Banten, Selasa (20/9).

Restorative Justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitikberatkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya. Awalnya rumah rehabilitasi narkotika ini bukan di rumah sakit, tetapi bertempat di rumah singgah Dinas Sosial (Dinsos).

“Supaya lebih memudahkan dalam penanga­nan­nya maka dipindahkan ke rumah sakit. Ka­lau fungsinya masih sama dengan yang ter­dahulu, hanya tempat dipindahkan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, narkotika merupakan zat yang bisa menimbulkan pengaruh pembiusan, hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat, dan halusinasi atau timbulnya khayalan-khayalan. Dalam peraturan yang ada NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya) tidak dapat digunakan secara ilegal untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. 

“Dalam hukum nasional cukup jelas mengatur bah­wa obat-obatan tersebut hanya dapat digu­nakan secara legal dalam hal pengobatan dan atau pengembangan ilmu pengetahuan. Na­mun narkotika sering disalahgunakan,” ungkapnya.

Direktur RSUD Berkah Pandeglang Eni Yati mem­benarkan, kalau rumah sakit telah me­nyiapkan ruangan pelayanan rehabilitasi Nar­ko­tika Adhyaksa.

“Pelayanan medis untuk sementara waktu. Jadi pelayanan pertamanya di sini dengan tim khusus yang dibentuk Kejaksaan,” terangnya.

Jadi, rumah sakit sebagai pelaksana teknis penanganan medisnya. Adapun penanganan sosialnya dilakukan Dinsos Pandeglang. 

“Kalau rumah rehabilitasi Adyaksa diinisiasi Kejaksaan. Sedangkan pelaksanaan teknis penanganan medisnya di rumah sakit, karena di sini lengkap ada dokter jiwanya, nanti ke­jiwaannya dan psikologinya kita periksa,” pa­parnya.

Oleh karena itu, untuk pelayanan, ruangan sudah disiapkan di bagian depan rumah sakit. Jadi aksesnya dipisahkan dengan ruang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). (mg-01/tur)