DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Cibeber Longsor, Waspadai Cuaca Ekstrem

post-img

LEBAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem. Cuaca buruk telah meng­aki­bat­kan terjadinya longsor di Ci­torek Sabrang, Kecamatan Ci­beber.

Longsor terjadi pada Senin (20/6). Satu rumah warga di Kampung Pa­sirnangka, Desa Citorek Sabrang, Kecamatan Cibeber, nyaris ambruk karena longsor yang dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah ter­sebut.

“Kejadiannya kemarin (Senin), kita menerima laporan telah terjadi longsor di Pasirnangka dan telah kita cek. Tebing yang longsor se­dalam 4 meter dan menyebabkan ru­mah nyaris ambruk,” kata relawan BPBD Ci­beber, Sukarman saat di­hubungi Radar Banten, kemarin.

Menurutnya, longsor di Cibeber di­sebabkan struktur tanah di daerah ter­sebut labil dan tidak ada resapan air. Se­hingga air hujan masuk ke da­lam ta­nah dan menyebabkan ta­nah tidak stabil hingga per­mu­kaannya menjadi turun.

“Long­sor­nya itu di halaman rumah dan menimpa bagian belakang ru­mah. Tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

Selain rumah yang terdampak long­sor, Jembatan Ciateur di Desa Si­tumulya, Kecamatan Cibeber nya­ris ambruk akibat luapan Sungai Cisungsang. Jembatan itu pun di­tutup sementara karena kondisi ba­dan jembatan rusak sehingga da­pat membahayakan pe­ngen­dara.

“Arus sungai yang deras, sehingga me­­ner­jang jembatan dan untuk semen­tara pengendara motor dan mobil di­larang untuk melewatinya. Kita juga sudah laporkan kerusakan ini ke pihak atasan dan kecamatan,” terangnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama meminta warga mewaspadai bencana alam yang dipicu oleh cuaca ekstrem yang terus me­landa wilayah Lebak.

“Warga harus waspadai cuaca eks­trem. Karena cuaca seperti ini rawan me­micu bencana alam seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang. Makanya, bagi warga khususnya ma­suk ke dalam daerah rawan ben­cana untuk selalu was­pada dan se­lalu melapor juga me­ngikuti arah­an dari petugas setempat,” ujar­nya.

Sementara itu, Suhendi, pemilik ru­mah yang terdampak longsor terpaksa harus mengungsi ke rumah saudaranya karena khawatir longsor dapat mengan­cam bagian rumah mereka.

“Longsornya itu sekitar 4 meter, ha­laman rumah habis semua ma­kanya kita ngungsi ke rumah sau­dara. Terus se­karang juga cuaca ma­sih hujan, kita takut rumah am­bruk,” pungkasnya.(mg-02/tur)