TIGARAKSA - Naiknya beberapa harga komoditi bahan pokok seperti cabai sangat di keluhkan pedagang, termasuk pedagang yang berada di pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Aceng (27), Salah satu pedagang cabai di pasar Gudang Tigaraksa mengatakan, harga cabai merah keriting pada hari ini berada di harga 120.000 perkilogram. Saking mahalnya harga cabai tersebut dirinya berdagang cabai hanya 20 kg saja perhari, di bandingkan kalau harga cabai normal, dirinya bisa menjual cabai hingga 100 kilogram dalam satu harinya.
“Iya pak, harga cabai kriting merah saat ini naik signifikan 120.00 perkilogramnya, karena memang saya dari agennya membelinya dengan harga yang tinggi juga,” katanya, Selasa (21/6).
Aceng mengungkapkan, naiknya harga cabai tersebut karena adanya gagal panen yang terjadi pada petani, sehingga stok cabai agak menipis.
“Karena hal ini, daya beli konsumen terhadap cabai dagangannya menjadi menurun, dan omset saya sejauh ini juga menurun sebanyak 20 persen,” ungkapnya.
Senada, Direktur Operasional Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) H.Ashari Asmat mengungkapkan, terjadinya kenaikan harga cabai merah keriting di sebabkan oleh kurangnya pasokan dari para petani.
“Pasokan memang agak sulit dari daerah pemasok kang, karena memang akhir-akhir ini cuaca mengalami musim pancaroba, yang berpotensi terjadinya gagal panen,” tukasnya, melalui WhatsApp.
Sementara, Humas pengelola Pasar Gudang Tigaraksa dari PT.Aksara Bangun Cemerlang, Acep Jayadiwira mengatakan, dirinya selalu mengecek harga kebutuhan pokok yang berada di Pasar Gudang Tigaraksa ini setiap harinya.
“Namun dengan demikian, masyarakat bisa juga cek harga kebutuhan pokok yang berada di pasar Gudang Tigaraksa ini dengan menggunakan aplikasi “Harga Komoditi Pasar Gudang”, karena di aplikasi tersebut sudah tertera harga kebutuhan pokok yang ada di pasar gudang ini tiap harinya,” imbuhnya.
Menurutnya, naiknya harga cabai tidak mempengaruhi kepada para pengunjung pasar Gudang Tigaraksa ini. Kendati demikian, naiknya harga cabai hanya berpengaruh kepada daya beli masyarakat saja.
“Yang tadinya normal biasanya masyarakat membeli dengan jumlah banyak. Namun saat ini mereka membeli sesuai dengan kebutuhan saja,” jelasnya. (Mul)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
