LEBAK - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak Triatno Supiono mengungkapkan seluruh Kecamatan di Lebak tidak ada yang masuk dalam kategori Sehat. Hal itu diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan Analisa Data Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Aula Multatuli, Selasa (21/6).
“Kecamatan sehat itu terdiri dari desa-desa yang sehat. Desa sehat itu dari kampung-kampung yang sehat, kampung yang sehat itu terdiri dari keluarga-keluarga yang sehat. Dan saat ini hasil dari penilaian di lapangan belum ada keluarga yang masuk kategori sehat, yang artinya tidak ada wilayah yang sehat,” kata Triatno kepada Radar Banten, kemarin.
Ia menuturkan, ada 12 indikator yang harus dipenuhi agar keluarga bisa disebut sehat, yakni memiliki jamban, sarana air bersih, bersalin dilayanan kesehatan, dan kontrol bayi di bawah lima tahun (balita) ke Posyandu. Selanjutnya, memiliki jaminan kesehatan keluarga, tidak adanya anggota keluarga yang merokok, dan indikator lainnya.
Saat ini, kata Triatno, dari 12 indikator itu hanya 20 persennya yang terpenuhi. Artinya masih banyak keluarga yang masuk dalam kategori tidak sehat.
“Capaian keluarga sehat kita di tingkat Kecamatan itu paling banyak 36 persen dan secara rata-rata Kabupaten itu baru 20 persen. Keluarga tidak sehat ini menyebar di seluruh wilayah. Jadi tidak hanya di pelosok, namun di wilayah perkotaan juga masih banyak keluarga yang masuk kategori tidak sehat,” tuturnya.
Penyakit masyarakat yang banyak ditemui dan menjadi perhatian, yakni stunting, hipertensi, diabetes melitus dan juga Tuberkulosis (Tb) Paru.
“Kita menaruh perhatian terhadap berbagai penyakit menular seperti HIV/AIDS dan TBC di masyarakat,” jelasnya.
Untuk mengatasinya, Dinkes mengajak lintas sektor untuk bekerjasama dalam menanggani kesehatan keluarga di masing-masing wilayah. Hal itu menurut Triatno, karena kesehatan masyarakat ini sendiri merupakan masalah bersama dan melibatkan semua pihak.
“Program PIS-PK ini perlu didukung oleh lintas sektor, dengan melibatkan banyak orang untuk menyebarluaskan informasi berkaitan kesehatan masyarakat seperti stunting. Kita juga tidak bisa bergerak sendiri, karena beberapa kendala, salah satunya keterbatasan anggaran dan petugas kesehatan,” ungkapnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
