DECEMBER 9, 2022
Utama

Karyawan Iseng Bakar Kayu, Satu Pabrik Ikut Terbakar

post-img

PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar pabrik pembuatan bingkai, di Kampung Cigodag, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa (21/6).  (QODRAT/RADAR BANTEN)


KRAMATWATU-Gudang Pabrik bing­kai foto PT Gaya Indonesia di Kam­­­pung Cigodag, RW 01, Desa Harja­tani, Kecamatan Kramatwatu, Ka­bupaten Serang, terbakar. Pe­nye­babnya sepele, karena karyawan membakar kayu dekat pabrik.

Kebakaran pabrik bingkai foto di Kecamatan Kramatwatu ini terjadi pada pukul 09.50 WIB, Selasa (21/6). Terlihat api menghanguskan bangunan pabrik bingkai hingga hampir rata dengan tanah.

Awalnya, api yang bersumber dari pem­bakaran kayu itu hanya merambat ke bagian samping gudang. Karyawan ber­upaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun lantaran banyak kayu dan bahan mudah terbakar di da­lam gudang, api dengan cepat meram­bat ke seluruh bagian gudang yang luas­nya sekira satu hektare itu.

Petugas pemadam kebakaran dari Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Cilegon tiba di lokasi sekira pukul 12.00 WIB guna melakukan pemadaman.

Proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Hal itu disebabkan karena luasnya lahan gudang pabrik hingga api sulit di­padamkan.

Sekretaris Camat Kramatwatu, Mamak Abror mengatakan, pihaknya bersama Kapolsek dan Danramil Kramatwatu sudah memantau ke lokasi kebakaran untuk memastikan secara jelas kondisi pabrik yang terbakar.

“Pabrik bingkai ini produknya sudah diekspor ke luar negeri, kebakarannya pukul sepuluh siang,” kata Abror kepada Radar Banten.

Abror memastikan, saat ini kondisi pabrik yang terbakar sudah padam sebelum Magrib dengan bantuan damkar di­tambah cuaca hujan deras. Para pe­tugas damkar tengah melakukan pen­dinginan guna memastikan tak ada lagi percikan api.

Kepala Desa Harjatani, Sopan meng­ungkapkan, pabrik tersebut tidak per­nah ada koordinasi dengan peme­rintah desa, bahkan surat perizinannya pun tidak diketahui kejelasannya. 

“Saya enggak tahu apa-apa soal pabrik itu, orang enggak pernah ada koordinasi dengan desa juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Ha­rian (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma menambahkan, penyebab terjadinya kebakaran karena faktor human eror.

“Karyawan bakar-bakaran kayu terus ditinggal gitu aja, apinya merambah ke gudang,” kata Nana.

Ia menerjunkan tim damkar dengan satu unit armada dengan kapasitas 5.500 liter guna memadamkan api. Ia memastikan, tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. 

“Dengan peristiwa kebakaran ini, saya harap jadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak membakar sampah atau apa pun secara sembarangan,” imbau­nya. (drp/air)