PADAMKAN: Petugas pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar pabrik pembuatan bingkai, di Kampung Cigodag, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa (21/6). (QODRAT/RADAR BANTEN)
KRAMATWATU-Gudang Pabrik bingkai foto PT Gaya Indonesia di Kampung Cigodag, RW 01, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, terbakar. Penyebabnya sepele, karena karyawan membakar kayu dekat pabrik.
Kebakaran pabrik bingkai foto di Kecamatan Kramatwatu ini terjadi pada pukul 09.50 WIB, Selasa (21/6). Terlihat api menghanguskan bangunan pabrik bingkai hingga hampir rata dengan tanah.
Awalnya, api yang bersumber dari pembakaran kayu itu hanya merambat ke bagian samping gudang. Karyawan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya, namun lantaran banyak kayu dan bahan mudah terbakar di dalam gudang, api dengan cepat merambat ke seluruh bagian gudang yang luasnya sekira satu hektare itu.
Petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang dan Cilegon tiba di lokasi sekira pukul 12.00 WIB guna melakukan pemadaman.
Proses pemadaman membutuhkan waktu yang cukup lama, mulai dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Hal itu disebabkan karena luasnya lahan gudang pabrik hingga api sulit dipadamkan.
Sekretaris Camat Kramatwatu, Mamak Abror mengatakan, pihaknya bersama Kapolsek dan Danramil Kramatwatu sudah memantau ke lokasi kebakaran untuk memastikan secara jelas kondisi pabrik yang terbakar.
“Pabrik bingkai ini produknya sudah diekspor ke luar negeri, kebakarannya pukul sepuluh siang,” kata Abror kepada Radar Banten.
Abror memastikan, saat ini kondisi pabrik yang terbakar sudah padam sebelum Magrib dengan bantuan damkar ditambah cuaca hujan deras. Para petugas damkar tengah melakukan pendinginan guna memastikan tak ada lagi percikan api.
Kepala Desa Harjatani, Sopan mengungkapkan, pabrik tersebut tidak pernah ada koordinasi dengan pemerintah desa, bahkan surat perizinannya pun tidak diketahui kejelasannya.
“Saya enggak tahu apa-apa soal pabrik itu, orang enggak pernah ada koordinasi dengan desa juga,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang, Nana Sukmana Kusuma menambahkan, penyebab terjadinya kebakaran karena faktor human eror.
“Karyawan bakar-bakaran kayu terus ditinggal gitu aja, apinya merambah ke gudang,” kata Nana.
Ia menerjunkan tim damkar dengan satu unit armada dengan kapasitas 5.500 liter guna memadamkan api. Ia memastikan, tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini.
“Dengan peristiwa kebakaran ini, saya harap jadikan pelajaran bagi masyarakat agar tidak membakar sampah atau apa pun secara sembarangan,” imbaunya. (drp/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
