DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Kasus Stunting Tertinggi di Banten

post-img

PANDEGLANG - Kasus stunting di Pandeglang berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 tertinggi atau kategori merah di Banten. Karena prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek anak di bawah usia 5 tahun) di atas 30 persen atau di angka 37,8 persen.

Faktor kemiskinan diduga menyebabkan kasus stunting di Kota Badak. Pandeglang menduduki posisi stunting tertinggi karena lima kabupaten dan kota lainnya berstatus kuning dengan prevalensi 20 hingga 30 persen. Lima kabupaten tersebut, yakni Kabupaten Lebak, Serang, Kota Serang, Kabupaten Tangerang dan Kota Cilegon.

Adapun dua daerah yang masuk kategori hijau dengan prevalensi 10 sampai 20 persen, yaitu Kota Tangerang Selatan dan Kota Tangerang.

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Pandeglang, Encep Hermawan menyatakan, kasus stunting di Pandeglang menjadi perhatian pemerintah daerah.

"Penyebabnya banyak faktor. Mulai dari kurangnya asupan gizi pada anak karena rendahnya ekonomi masyarakat," katanya kepada Radar Banten, Selasa (21/6).

Selain faktor ekonomi, penyebab stunting dari kurangnya masyarakat menjalankan pola hidup bersih dan sehat serta minimnya sanitasi dasar. Meliputi ketersediaan sarana air bersih, jamban, pengolahan air limbah, pembuangan sampah, dan pencemaran tanah. 

"Minimnya sanitasi dasar menyebabkan bayi dan anak akan sering sakit. Sehingga akan sulit menyerap asupan nutrisi secara optimal," ujarnya.

Encep mengungkapkan, Dinkes Pandeg­lang tengah fokus menurunkan angka stunting di 35 kecamatan. Targetnya dapat menurunkan 24 persen angka stunting di 2024.

"Untuk mencapai target itu, dilakukan upaya penanggulangan. Melalui aksi ana­lisis, perencanaan dan rembuk stunting," jelasnya. 

Tentunya, dalam upaya penanggulangan tidak hanya dapat dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan tetapi juga dibantu oleh dinas terkait. Jadi harus dilakukan bersama-sama dalam menurunkan angka stunting. 

"Terkait hal itu, sudah dilakukan koor­dinasi. Karena memang upaya penang­gulangan stunting harus keroyokan," ujarnya. 

Sekretaris Dinkes Pandeglang, Eniyati mengaku, penanggulangan stunting ini harus melibatkan berbagai unsur. 

"Serta peran serta masyarakat agar turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Semoga saja dengan gerak bersama bisa dengan cepat menurunkan angka stunting," katanya.(mg-01/tur)