LEBAK - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lebak berencana untuk melakukan revitalisasi menara air atau Watertoren. Anggaran untuk revitalisasi menara air di Jalan RT Hardiwinangun, Rangkasbitung Rp900 juta.
Watertoren tersebut merupakan bangunan bersejarah dan masuk dalam cagar budaya. Menara air ini dibangun pada masa kolonial Belanda, yakni pada 1.931.
Usep Suparno, Kepala Bidang Destinasi pada Disbudpar Lebak mengatakan, dalam revitalisasi itu pihaknya akan menata ulang kawasan watertoren menjadi lebih indah. Bahkan dapat menjadi destinasi hingga ikon baru di pusat Kota Rangkasbitung.
“Jadi revitalisasi tersebut merupakan bagian dari City Branding untuk Kota Rangakasbitung. Yang ingin kita sampaikan, di Rangkasbitung bukan hanya ada Museum Multatuli saja tetapi ada juga Watertoren,” katanya saat ditemui Radar Banten di ruang kerjanya, kemarin.
Saat ini, Disbudpar tengah menunggu arahan dari Bupati untuk memulai revitalisasi cagar budaya tersebut. Untuk pembangunan akan dimulai tahun ini, namun pihaknya masih belum tentukan waktunya karena masih menunggu arahan dari pimpinan.
Kabupaten Lebak, kata Usep, memiliki banyak cagar budaya bekas peninggalan zaman kolonial Belanda, seperti Museum Multatuli, pabrik minyak di Rangkasbitung yang dulunya pernah menjadi pabrik minyak terbesar se-Asia Tenggara dan cagar budaya lainnya.
“Kita secara bertahap akan menghidupkan satu per satu cagar budaya itu agar dapat menjadi destinasi baru hingga dapat mendukung visi Bupati, yakni Menjadikan Lebak Sebagai Destinasi Wisata Unggulan Nasional Berbasis Potensi Lokal,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Museum Multatuli pada Disbudpar Lebak Ubaidillah Mochtar menjelaskan, watertoren memiliki ketinggian 9 meter. Dulu menara air ini digunakan sebagai bak penampungan untuk menyalurkan air bersih bagi warga Rangkasbitung.
“Jadi Watertoren artinya bak penampung yang digunakan sebagai tempat menyalurkan air bersih dan air minum bagi warga Rangkasbitung pada zamannya,” terangnya.
Untuk sumber airnya sendiri diambil langsung dari Kabupaten Pandeglang, tepatnya di kaki Gunungkarang dan selanjutnya disalurkan menggunakan pipa yang diarahkan langsung ke Rangkasbitung.
“Watertoren yang sama juga ada di Kecamatan Warunggunung yang digunakan sebagai bak pengontrol untuk penyaluran air bersih ke Kabupaten Lebak. Nanti itu juga akan kita revitalisasi,” pungkasnya.(mg-02-nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
