DECEMBER 9, 2022
Utama

Banten Kekurangan Puluhan Ribu Vaksin PMK

post-img

Setelah mendapatkan jatah vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) tahap satu sebanyak 1.1000 dosis, Banten akan kembali mendapatkan vaksin PMK hewan ternak dari pemerintah pusat sebanyak 2.300 dosis pada pekan depan.


SERANG – Meskipun begitu, dengan suplai tersebut, Ban­ten masih kekurangan 69.760 vaksin dari total kebutuhan untuk delapan kabupaten/kota.

Kepala Bidang Kesehatan He­wan dan Kesehatan Masya­ra­kat Veteriner Dinas per­ta­nian (Distan) Provinsi Ban­ten, Ari Mardiana me­ngatakan, walaupun ada penambahan vaksin tahap dua, jumlah ketersediaannya masih jauh dari total kebutuhan. “Tapi ke­butuhan vaksin di Banten akan ter­pe­nuhi seluruhnya di tahun ini. Bahkan bisa saja lebih jika vaksin PMK buatan da­­lam negeri sudah siap edar,” ujar Ari, Kamis (21/7).

Ia mengatakan, wabah PMK masih te­rus menjadi perhatian pihaknya. Salah satu pencegahan yang kini terus digenjot adalah pemberian vaksin.

Kata dia, vaksin tahap dua yang akan datang pekan depan bakal didistribusikan ke delapan kabupaten/kota. Rinciannya, Ka­bupaten Tangerang 600 dosis, Ka­bupaten Serang 400 dosis, Kabupaten Lebak 200 dosis, dan Kota Tangerang Se­latan 100 dosis. Kemudian, Kota Ta­nge­rang 100 dosis, Kota Serang 100 dosis, Kota Cilegon 200 dosis, dan Ka­bu­paten Pandeglang 200 dosis.

Ari mengakui pendistribusian vaksin ke delapan kabupaten/kota tidak rata. “Ada porsinya dan disesuaikan juga de­ngan usulan kebutuhan kabupaten/kota,” ujarnya.

Sementara itu, saat ini hewan ternak da­lam kondisi sakit ada sebanyak 2.389 ekor, terdiri dari Kabupaten Tangerang 618 ekor, Kota Tangerang 843 ekor, Kota Ta­ngerang Selatan 134 ekor, dan Ka­bupaten Serang 332 ekor. Berikutnya, Ka­b­upaten Pandeglang 28 ekor, Ka­bupaten Lebak 428 ekor, dan Kota Serang 6 ekor. Sedangkan untuk Kota Cilegon sampai saat ini masih nihil kasus.

Sementara itu, Kepala Distan Provinsi Ban­ten, Agus M Tauchid mengatakan, dari jumlah kasus PMK di Banten itu, yang menarik adalah Kota Tangerang yang berada di urutan pertama. Hal itu bisa terjadi karena Kota Tangerang bukan daerah peternakan, melainkan hanya transit perdagangan.

Kata dia, hampir semua hewan ternak di Kota Tangerang dan Tangerang Se­latan berasal dari luar karena tidak ada peter­nakan seperti di Kabupaten Ta­ngerang.

“Pada dasarnya, penanganan hewan ternak yang terkena PMK hampir sama seperti penyakit yang menimpa pada ma­nusia,” ujar Agus. Kata dia, perlu ada peningkatan imun dengan pem­be­rian vitamin dan pakan yang se­imbang. Namun, Distan mengimbau untuk menghindari pemakaian an­tibiotik, karena hewan ternak kan akan dipotong dan dikonsumsi. (nna/air)