Setelah mendapatkan jatah vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) tahap satu sebanyak 1.1000 dosis, Banten akan kembali mendapatkan vaksin PMK hewan ternak dari pemerintah pusat sebanyak 2.300 dosis pada pekan depan.
SERANG – Meskipun begitu, dengan suplai tersebut, Banten masih kekurangan 69.760 vaksin dari total kebutuhan untuk delapan kabupaten/kota.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas pertanian (Distan) Provinsi Banten, Ari Mardiana mengatakan, walaupun ada penambahan vaksin tahap dua, jumlah ketersediaannya masih jauh dari total kebutuhan. “Tapi kebutuhan vaksin di Banten akan terpenuhi seluruhnya di tahun ini. Bahkan bisa saja lebih jika vaksin PMK buatan dalam negeri sudah siap edar,” ujar Ari, Kamis (21/7).
Ia mengatakan, wabah PMK masih terus menjadi perhatian pihaknya. Salah satu pencegahan yang kini terus digenjot adalah pemberian vaksin.
Kata dia, vaksin tahap dua yang akan datang pekan depan bakal didistribusikan ke delapan kabupaten/kota. Rinciannya, Kabupaten Tangerang 600 dosis, Kabupaten Serang 400 dosis, Kabupaten Lebak 200 dosis, dan Kota Tangerang Selatan 100 dosis. Kemudian, Kota Tangerang 100 dosis, Kota Serang 100 dosis, Kota Cilegon 200 dosis, dan Kabupaten Pandeglang 200 dosis.
Ari mengakui pendistribusian vaksin ke delapan kabupaten/kota tidak rata. “Ada porsinya dan disesuaikan juga dengan usulan kebutuhan kabupaten/kota,” ujarnya.
Sementara itu, saat ini hewan ternak dalam kondisi sakit ada sebanyak 2.389 ekor, terdiri dari Kabupaten Tangerang 618 ekor, Kota Tangerang 843 ekor, Kota Tangerang Selatan 134 ekor, dan Kabupaten Serang 332 ekor. Berikutnya, Kabupaten Pandeglang 28 ekor, Kabupaten Lebak 428 ekor, dan Kota Serang 6 ekor. Sedangkan untuk Kota Cilegon sampai saat ini masih nihil kasus.
Sementara itu, Kepala Distan Provinsi Banten, Agus M Tauchid mengatakan, dari jumlah kasus PMK di Banten itu, yang menarik adalah Kota Tangerang yang berada di urutan pertama. Hal itu bisa terjadi karena Kota Tangerang bukan daerah peternakan, melainkan hanya transit perdagangan.
Kata dia, hampir semua hewan ternak di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan berasal dari luar karena tidak ada peternakan seperti di Kabupaten Tangerang.
“Pada dasarnya, penanganan hewan ternak yang terkena PMK hampir sama seperti penyakit yang menimpa pada manusia,” ujar Agus. Kata dia, perlu ada peningkatan imun dengan pemberian vitamin dan pakan yang seimbang. Namun, Distan mengimbau untuk menghindari pemakaian antibiotik, karena hewan ternak kan akan dipotong dan dikonsumsi. (nna/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
