DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Sub Terminal Pasar Badak Kumuh

post-img

PANDEGLANG – Kondisi Sub Terminal Anten atau Terminal Pasar Badak di dalam kawa­san Pasar Badak Pandeglang kumuh, Minggu (21/8). Sehingga dikeluhkan masya­rakat, karena mengganggu kenyamanan dan kerap menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Ahmad Fauzi, warga Desa Ciinjuk, Keca­matan Cadasari mengatakan, keberadaan terminal yang ada di kawasan Pasar Badak Pandeglang harus dibenahi, karena selalu menyebabkan kumuh dan lalu lintas menjadi semrawut. 

"Harus dipisahkan, jangan sampai terminal jadi tempat jualan. Ini kan lapak jualan malah ada di badan jalan, kan mengganggu lalu lintas. Belum lagi sampah, kotor, dan lainnya. Nambah aja kumuh pasarnya," katanya, kemarin.

Fauzi mengatakan, persoalan tersebut sudah berlangsung sudah lama. Namun belum mendapat tanggapan serius dari instansi terkait. Padahal, kata dia, keberadaan para pedang di dalam sub terminal sudah menyalahi aturan, karena tidak sesuai dengan peruntukannya. “Ini kan untuk mobil angku­tan, bukan un­tuk jualan para pedagang. Ka­lau masih seperti ini terus, kon­disi ter­minal pasti akan kumuh, dan kendaraan yang mau masuk atau keluar terminal pasti akan tersendat,” ujarnya.

Dia berharap, pemerintah bisa mengatasi persoalan tersebut agar Sub Terminal Pasar Badak tertata dengan rapi dan bisa mem­berikan rasa nyaman kepada warga yang akan belanja. 

“Mudah-mudahan pemerintah segera melakukan peninjauan dan membenahinya. Jangan sampai hal ini dibiarkan, karena sebetulnya warga yang biasa belanja ke sini merasa terganggu,” ungkapnya.

Rohman, warga Ciinjuk, Kecamatan Cadasari lainnya menilai, persoalan semrawutnya sub terminal akibat kurang tegasnya instansi terkait dalam melakuan penataan terhadap para pedagang yang berjualan di dalam terminal. “Sebetulnya kalau dinas terkait mau bekerja, persoalan ini bisa diatasi. Karena para pedagang yang berjualan di sini enggak akan berani kalau pemerintah sudah melarangnya,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Pandeglang Erin Fabiana menyarankan agar pemerintah segera mencari solusi me­nye­lesaikan permasalahan tersebut. Apabila kondisi tersebut dibiarkan bisa mengganggu kenyamanan dan ketertiban, karena kawasan itu terlihat kotor dan kumuh. 

"Sub Terminal Pasar Badak harus bersih dan seharusnya dinas terkait segera melakukan penertiban. Selain itu, di ruas Jalan Pasar Badak Pandeglang juga harus ada penataan, karena sering dipakai sebagai lahan parkir. Hal ini tentunya mengganggu kenyamanan para pengendara, terutama pengguna mobil,” tukasnya.(dib/tur)