DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

UMN Luncurkan Program MBKM Kemanusiaan

post-img

LEBAK - Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara (Fikom UMN) berhasil meraih hibah Program Kompetisi Kampus Mer­deka Kementerian Pendidikan dan Kebu­daya­an (Kemendikbud) 2022. 

Program yang disusun oleh UMN berbasis Mer­deka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) me­lakukan penelitian dan proyek kemanusiaan yang bertajuk Kesiapsiagaan Bencana dan Resiliensi Pasca Bencana.

Ketua Program MBKM Kemanusiaan Fikom UMN Maria Advenita menjelaskan, komunikasi ke­ben­canaan menjadi sesuatu yang penting me­ng­ingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi bencana tertinggi di du­nia.

“Ya, Indonesia itu seperti supermarket bencana. Ma­ka dari itu, topik komunikasi kebencanaan diangkat sebagai upaya mendorong masyarakat untuk lebih terbuka berbicara tentang keben­canaan dan lebih siap menghadapi potensi-po­tensi bencana yang ada di Indonesia. Salah sa­tunya di Desa Panggarangan ini,” kata Maria saat memberikan sambutan pada Kick Off Pro­gram MBKM Kemanusiaan di Villa Hejo Kiara­payung, Desa Panggarangan, Kecamatan Pang­ga­rangan, Sabtu (19/8).

Melalui program ini, UMN sebagai institusi pen­didikan mengajak masyarakat melalui ma­ha­siswanya untuk lebih sadar terhadap ling­kungan sekitar dan mahasiswa juga diajak untuk lebih menajamkan sensibilitas pada ke­manusiaan. 

Dia mengatakan, program MBKM Kemanusiaan diikuti 16 mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi dan 6 mahasiswa prodi jurnalistik. Kegiatan ini, UMN menggandeng Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) yang secara entitas sudah menjalankan program kesiapsiagaan bencana dan resiliensi pasca bencana dan PT Multimedia Digital Nu­santara (MDN) sebagai mitra tempat mahasiswa belajar.

“Kegiatan ini akan berlangsung dua bulan. Mahasiswa melakukan riset mengenai komunikasi kebencanaan. Sementara yang jurusan jurnalistik lebih berperan bagaimana melatih anak muda supaya mampu belajar jurnalistik tentang ke­bencanaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gugus Mitigasi Bencana Lebak Selatan Anis Faisal Reza menyambut baik program MBKM Kemanusiaan yang dilaksanakan Fikom UMN.

“Kami sangat bergembira menyambut program PKKM MBKM UMN ini. Keterlibatan mahasiswa dan dosen dari Ilmu Komunikasi dan Jurnalistik akan menambah kekuatan kolaborasi tsunami ready yang sudah ada hampir 2 tahun di Pang­garangan. Persoalan-persoalan komunikasi dan literasi yang selama ini menjadi barrier dalam pe­rintisan tsunami ready semoga akan dapat teratasi,” papar Anis.

Anis juga mengajak mahasiswa untuk mem­bayangkan berbagai potensi bencana di Desa Pang­garangan untuk menghayati apa yang akan dikerjakan.

“Bagaimana mengomunikasikan science dan teknologi kepada masyarakat yang memang ku­rang literasinya,” ujar Anis.

Dia berharap, kehadiran mahasiswa Fikom UMN di Panggarangan, dapat membuka khazanah pemikiran bahwa ada banyak sisi ke­hidupan yang selama ini tersembunyi di balik karpet me­rah glamornya kehidupan kota. 

“Tentunya, mahasiswa harus berani memer­dekakan diri dari kotak-kotak isolasi pemikiran dan lepas dari mainstream. Semoga kehadiran mahasiswa juga menjadi benchmark bagi anak-anak muda yang ada di Desa Panggarangan, sehingga menjadi pemicu lompatan perbaikan bagi mereka” ujarnya.(nce/tur)