DECEMBER 9, 2022
Hukrim

Belasan Meteran PDAM Digondol Maling

post-img

LEBAK-Meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Multatuli di Kampung Cimanggu, Desa Rang­kas­bitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, hi­lang digondol maling. Untuk itu, ma­syarakat meminta kepada PDAM meng­ganti meteran yang hilang tersebut. 

Adi Rahmat, warga Cimanggu menga­takan, hilangnya meteran PDAM itu di­ke­tahui saat anak-anak membawa meteran yang mereka dapatkan dari perkebunan kelapa sawit.

“Awalnya kita enggak sadar kalau meteran PDAM hilang, kita baru tahu ketika anak-anak membawa meteran PDAM. Mereka bilang menemukan barang tersebut di ke­bun kelapa sawit, dan ternyata benar saat dicek meteran PDAM dibeberapa ru­mah warga sudah hilang,” kata Adi ke­pada wartawan, Rabu (21/9).

Dijelaskannya, di sana hanya tersisa bagian instalasi dan penutup meteran ber­warna kuning. Sementara meterannya sudah hilang dicuri orang tidak bertang­gungjawab.

“Warga enggak ada yang tahu karena me­terannya ditutup, saat dibuka ternyata udah enggak ada. Dikira memang ada pe­na­­rikan tapi ini seperti dicuri,” ungkap Adi.

Dia menginformasikan, meteran yang dicuri merupakan program pemerintah guna memberikan layanan air bersih dari Waduk Karian ke rumah warga. Se­­­dikitnya ada 13 warga yang melaporkan hi­langnya meteran di Kampung Ci­manggu. 

“Belum difungsikan, karena itu kan program yang mana jika Waduk Karian beres, baru airnya bisa mengalir. Kalau se­­karang kita masih pakai air sumur. Ha­nya tetap saja meresahkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Mul­tatuli Cabang Rangkasbitung Heriyanto membenarkan adanya 13 meteran milik PDAM yang hilang di kampung terse­but. “Benar Pak, kita sudah cek dan ada 13 meteran warga yang hilang,” terangnya.

PDAM Cabang Rangkasbitung sudah berkirim surat mengenai hilangnya belasan meteran air tersebut ke manajemen PDAM Tirta Multatuli Lebak. 

“Tentang kejadian ini, kita sudah lapor ke PDAM Lebak. Tapi untuk lapor ke polisi itu ranah dari manajemen PDAM. Kita hanya bisa lapor tentang kejadiannya saja kepada pimpinan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, distribusi air bersih dari PDAM ke warga Kampung Cimanggu sen­diri saat ini masih dalam tahap pe­ngujian. Pihaknya sempat menemukan kendala dalam tahap uji coba, seperti aliran yang bocor dan lainnya.

“Lagi terus kami uji coba, ada memang yang sempat ditemukan bocor dan itu diperbaiki sambil terus dilakukan uji coba. Kalau pemasangan MBR dilakukan oleh pelayanan langganan (kantor) pusat,” ujar dia. (mg-02/tur/nda)