LEBAK-Meteran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Multatuli di Kampung Cimanggu, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, hilang digondol maling. Untuk itu, masyarakat meminta kepada PDAM mengganti meteran yang hilang tersebut.
Adi Rahmat, warga Cimanggu mengatakan, hilangnya meteran PDAM itu diketahui saat anak-anak membawa meteran yang mereka dapatkan dari perkebunan kelapa sawit.
“Awalnya kita enggak sadar kalau meteran PDAM hilang, kita baru tahu ketika anak-anak membawa meteran PDAM. Mereka bilang menemukan barang tersebut di kebun kelapa sawit, dan ternyata benar saat dicek meteran PDAM dibeberapa rumah warga sudah hilang,” kata Adi kepada wartawan, Rabu (21/9).
Dijelaskannya, di sana hanya tersisa bagian instalasi dan penutup meteran berwarna kuning. Sementara meterannya sudah hilang dicuri orang tidak bertanggungjawab.
“Warga enggak ada yang tahu karena meterannya ditutup, saat dibuka ternyata udah enggak ada. Dikira memang ada penarikan tapi ini seperti dicuri,” ungkap Adi.
Dia menginformasikan, meteran yang dicuri merupakan program pemerintah guna memberikan layanan air bersih dari Waduk Karian ke rumah warga. Sedikitnya ada 13 warga yang melaporkan hilangnya meteran di Kampung Cimanggu.
“Belum difungsikan, karena itu kan program yang mana jika Waduk Karian beres, baru airnya bisa mengalir. Kalau sekarang kita masih pakai air sumur. Hanya tetap saja meresahkan,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Multatuli Cabang Rangkasbitung Heriyanto membenarkan adanya 13 meteran milik PDAM yang hilang di kampung tersebut. “Benar Pak, kita sudah cek dan ada 13 meteran warga yang hilang,” terangnya.
PDAM Cabang Rangkasbitung sudah berkirim surat mengenai hilangnya belasan meteran air tersebut ke manajemen PDAM Tirta Multatuli Lebak.
“Tentang kejadian ini, kita sudah lapor ke PDAM Lebak. Tapi untuk lapor ke polisi itu ranah dari manajemen PDAM. Kita hanya bisa lapor tentang kejadiannya saja kepada pimpinan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih dari PDAM ke warga Kampung Cimanggu sendiri saat ini masih dalam tahap pengujian. Pihaknya sempat menemukan kendala dalam tahap uji coba, seperti aliran yang bocor dan lainnya.
“Lagi terus kami uji coba, ada memang yang sempat ditemukan bocor dan itu diperbaiki sambil terus dilakukan uji coba. Kalau pemasangan MBR dilakukan oleh pelayanan langganan (kantor) pusat,” ujar dia. (mg-02/tur/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
