BERBAHAYA: Dua joki bersiap belapan liar di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang, beberapa waktu lalu. Mereka melakukannya tanpa helm.
LEBAK – Balapan liar meresahkan pengguna jalan. Tak terkecuali di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang. Balapan liar ini menjadi ajang judi. Mempertaruhkan nyawa dan uang hingga Rp1 juta.
Fakta itu terungkap setelah 10 pelaku balap liar di Jalan Rangkasbitung-Pandeglang diamankan oleh anggota Polsek Cibadak pada Minggu dini hari (20/10). Ke-10 pelaku balap liar diamankan antara pukul 00.15 WIB hingga pukul 02.00 WIB.
Kapolsek Cibadak Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tatang Suhendar membenarkan jika ke-10 pelaku balap liar diamankan karena tindakan mereka telah lama meresahkan warga sekitar, terutama pengguna jalan.
“Kami membawa 10 pelaku berikut kendaraan mereka ke Markas Polsek Cibadak. Kami juga memanggil orangtua mereka. Dari hasil identifikasi, beberapa pelaku masih berstatus pelajar, sementara yang lain sudah putus sekolah,” ungkap Tatang tidak menyebut identitas ke-10 pelaku balap liar karena masih di bawah umur.
Untuk mencegah balap liar, Tatang menyatakan, pihaknya akan meningkatkan patroli. “Kami akan terus meningkatkan patroli untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk tawuran remaja dan balap liar yang sangat meresahkan,” tegasnya.
Keresahan warga akibat balapan liar di Jalan Raya Rangkasbitung-Pandeglang diungkapkan oleh Jamhari. Menurutnya, aksi para pemuda tersebut sangat meresahkan dan membahayakan karena joki tidak memakai helm, serta membahayakan pengendara kendaraan lainnya yang melintas Jalan Raya Rangkasbitung–Pandeglang.
“Jalan raya ini digunakan oleh banyak kendaraan, baik roda dua, roda empat, bahkan truk besar. Balapan liar sangat mengganggu pengguna jalan, dan sepertinya polisi tidak ada yang bertugas untuk menertibkannya,” ujarnya kepada Radar Banten.
Senada disampaikan Ari Riyanto, warga Cibadak. Ia menyampaikan kekhawatiran yang sama dan berharap kepada pihak berwenang untuk melakukan patroli di jalan tersebut.
Ia resah melihat puluhan remaja yang berkumpul dan balapan liar pada malam hingga dini hari. Perilaku anak-anak itu membahayakan pengguna jalan lainnya.
“Mereka balapan berkelompok, dan itu sangat mengganggu. Kami takut ada kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Saya berharap Satlantas Polres Lebak segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku balap liar ini,” tukas Ari.
Salah seorang pelaku balap liar yang enggan disebutkan namanya mengakui jika balapan liar dilakukan berkelompok. Balapan liar itu menjadi ajang perjudian.
“Saya sekali turun itu untuk taruhan mulai Rp500 ribu sampai Rp1 juta. Untuk taruhan tergantung harganya, tergantung pemilik motor,” ujarnya.
Lelaki yang berprofesi sebagai mekanik motor ini akan mendapat bayaran dari pemilik motor yang memenangkan balapan liar. Nilai uang yang diterima mekanik motor tergantung dari pemilik motor sebagai pemodal. “Tergantung yang punya motor, ada yang memberi Rp200 ribu. Untuk joki balap dikasih Rp300 ribu sampai Rp400 ribu, jadi gimana yang punya motor,” katanya.
Balapan liar itu, menurutnya, dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu malam, tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak yang berkomunikasi melalui WhatsApp dan Instagram. (mg-05/don)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
