Tingkatkan Kepekaan Terhadap Isu-isu Gender
Korps HMI-Wati (Kohati) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang melakukan pelatihan penguatan paham gender dalam perspektif keislaman dan keindonesiaan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan respons para aktivitas HMI dalam merespon berbagai isu berkaitan dengan isu-isu gender.
Kohati Cabang Serang pada 30 Januari - 2 Februari 2023 bertempat di Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten, melaksanakan kegiatan Latihan Kader Sensitif Gender (LKGS) Tingkat Nasional dengan melibatkan sebanyak 20 peserta yang berasal dari berbagai daerah, seperti Padang, Sukabumi, Bandung, Semarang dan Serang.
Ketua Umum Kohati HMI Cabang Serang, Amalia Choirunnisa mengatakan berbicara ihwal gender tentu tidak akan pernah ada habisnya. Gender memiliki makna status sosial antara laki-laki dan perempuan di berbagai sektor. "Karena Gender bukan persoalan jenis kelamin dan kodrat. Adil Gender harus dipahami sejak dini, agar tidak keliru bagaimana memaknai konteks Gender tersebut," ujarnya.
Menurutnya, pembahasan tentang gender akan diangkat menjadi isu serius dan dibahas tuntas dalam forum training non-formal Kohati tingkat Nasional tersebut. "Saya harap, teman-teman MOT (Master of Training) dapat membantu peserta dalam memahami tentang konsep adil gender dalam perspektif keislaman ke Indonesian," katany.
Pelatihan penguatan pemahaman soal gender itu merupakan kegiatan pertama kali yang dilakukan oleh HMI Cabang Serang. Amalia berharap dengan adanya kegiatan tersebut anggota HMI bisa tereduksi dan menjadi motor pendidikan di masyarakat. "Kedua, LKSG ini menjadi sejarah untuk Kohati HMI Cabang Serang, karna semasa periodesasi Kohati Cabang Sedang hadir, ini kali pertama," katanya.
Perempuan yang akrab disapa Ameng itu mengungkapkan, ada 13 materi yang disampaikan pada para peserta dengan latar belakang profesi pemateri. Beberapa materi diantaranya, Kepemimpinan dan Kesetaraan Gender, Islam Gender dan Seksualitas, Sejarah Gerakan Perempuan, Perempuan dan Diskriminasi Sosial Gender.
Selanjutnya, Penguatan Kesetaraan Gender dalam Percepatan Pencegahan Stunting, Jurnalisme Sensitif Gender dan Menghindari Bias, Strategi Advokasi dan Kebijakan Persoalan Perempuan, Kesetaraan Gender dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan hingga Menelaah Kepemimpinan Perempuan. "Semua materi disampaikan oleh pemateri yang fokus pada kajiannya masing-masing," katanya.
Penjabat (Pj) Ketua Umum Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Fadli Rumakefing menjelaskan akan ada dua perspektif yang dibawa dalam tema yaitu perspektif keislaman dan keindonesiaan. "Saya akan membawa teman-teman dalam perspektif ke-Indonesia-an di mana feminisme dalam kekinian di Indonesia. Dan melihat terjadi gepakan feminisme yang terlalu vulgar," katanya.
Menurutnya, perempuan menuntut tentang kebebasan di ruang publik tetapi terjebak dalam relasi kapitalisme dan produksi-produksi kapitalisme."Tidak banyak perempuan bekerja dalam pabrik kapitalisme, berapa banyak perempuan-perempuan yang menjadi semacam human trafficking dalam produksi-produksi kapitalisme," katanya.(fdr)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
