DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Enam Ekor Sapi Terindikasi PMK

post-img

DIPERIKSA: Petugas Disnakeswan melakukan pemeriksaan hewan ternak agar terhindar dari PMK, kemarin. (Nce/Radar Banten)


RANGKASBITUNG - Enam ekor sa­pi di Kecamatan Wanasalam terin­di­kasi tertular Penyakit Mulut dan Ku­ku (PMK). Karena itu, Dinas Peter­nakan dan Kesehatan Hewan (Disna­kes­wan) telah membawa sampel enam ekor sapi tersebut ke laboratorium Ba­lai Veteriner Subang Lematon.

“Ya, hasil pemeriksaan ada enam ekor sapi milik peternak yang terin­di­kasi PMK,” kata Kepala Disnakeswan Rahmat ketika ditemui di Aula Setda Lebak, Rabu (21/6).

Dijelaskannya, enam ekor sapi yang ter­indikasi PMK mengalami gejala de­mam, panas 41 derajat, menggigil, tidak nafsu makan, keluar air liur ber­lebihan, dan kuku terluka dan lepas. “Kita menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Maksimal satu minggu sudah keluar hasilnya,” ujarnya.

Dalam upaya mencegah masuknya PMK ke Kabupaten Lebak, Disnakeswan te­lah melakukan berbagai upaya, mu­lai dari menerbitkan Surat Edaran ten­tang Kewaspadaan PMK hingga me­lakukan pengawasan kesehatan ter­nak ke sentra-sentra peternakan di 28 kecamatan bersama unsur kepolisian di tingkat kecamatan.

Sejak merebaknya PMK pada hewan, Rah­mat juga memperketat pengawasan de­ngan membentuk tim untuk mela­kukan pengawasan dan pemeriksaan kepada hewan sejak 13 Mei lalu.

“Kami melakukan pengawasan dan pemeriksaan ribuan hewan ternak se­perti sapi, kerbau, domba dan kam­bing. Kami juga terus berkomunikasi dan memberikan edukasi kepada peng­u­saha ternak agar waspada ke­mungkinan masuknya PMK pada ternak di Lebak. Salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan kan­dang dengan menyemprot secara rutin disinfekan,” ujarnya.

Dia mengatakan, salah satu yang ha­rus diwaspadai dalam pencegahan wa­bah tersebut adalah masuknya he­wan ternak dari luar daerah. Karena itu hewan ternak dari luar daerah wajib mengantongi surat keterangan kese­hatan hewan (SKKH) dari daerah asal.

Terpisah, Sekda Lebak Budi Santoso mengatakan, PMK mesti menjadi perhatian supaya warga Lebak aman saat mengonsumsi daging kurban.

“Saya telah menginstruksikan Dinas Peter­nakan untuk melakukan penga­wasan di titik-titik masuknya hewan kurban dari luar Lebak. Supaya dilaku­kan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit pada hewan kurban,” tegasnya.

Kepada masyarakat Lebak, dia meng­imbau supaya mewaspadai adanya kemungkinan penyakit tersebut supaya aman saat akan dikonsumsi.

“Warga harus lebih teliti dan berhati-hati saat akan membeli sapi, terutama saat pelaksanaan kurban seperti sekarang ini,” katanya. (nce/tur)