DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Kinerja Ekspor Industri Naik 25 Persen

post-img

JAKARTA - Kinerja ekspor industri peng­olahan sepanjang Januari-Mei 2022 mencapai 83,73 miliar dollar AS atau tumbuh 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 66,99 miliar dollar AS. Nilai pengapalan sektor industri memberikan sumbangsih tertinggi, dengan menembus 72,83 persem dari total nilai ekspor nasional selama lima bulan ini yang menyentuh 114,97 miliar dollar AS.

“Capaian ekspor dari sektor industri manufaktur berkontribusi terhadap neraca perdagangan Indonesia yang terus melanjutkan tren surplusnya pada Mei 2022, dengan nilai mencapai USD2,89 miliar. Tren surplus ini dialami sejak Mei 2020 atau selama 25 bulan berturut-turut,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (21/6), yang dikutip dari siaran pers.

Menperin menjelaskan, kinerja neraca perdagangan yang kembali mencatatkan nilai surplus perlu disyukuri karena menjadi modal dalam menopang upaya pemulihan ekonomi nasional yang masih berlangsung. 

“Sebagai salah satu langkah memperta­hankan surplus neraca perdagangan, peme­rintah terus berupaya mendorong ekspansi pasar ekspor ke berbagai negara,” tuturnya.

Menurut Agus, sektor-sektor industri di Indonesia semakin agresif dalam mem­perluas pasar ekspornya seperti ke negara-negara Eropa, di antaranya Belanda, Jerman dan lainnya. Negara-negara tersebut sedang terdampak soal pasokan barang akibat perang Rusia-Ukraina. “Kami juga aktif memacu produk-produk industri kecil dan menengah (IKM) bisa go inter­national,” ujarnya.

Agus melanjutkan, kemampuan sektor industri menembus pasar ekspor menun­jukkan bahwa produk karya anak bangsa diakui dan diminati oleh mancanegara karena sesuai standar dan kualitas yang berlaku. Contohnya, Indonesia telah berhasil ekspor mobil ke pasar Australia, yang membuktikan bahwa produk kenda­raan Indonesia memiliki daya saing.

“Mobil tersebut sudah berstandar Euro 4, yang menjadi klasifikasi atau persyaratan dari Australia. Itu suatu hal yang sangat membanggakan, artinya Indonesia sudah bisa memproduksi mobil-mobil dengan standar emisi yang ditetapkan oleh negara seperti Australia dan Eropa,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pemerintah semakin mendorong kerja sama bilateral maupun multilateral yang dapat memperluas akses pasar produk-produk industri nasional yang kompetitif di kancah global. “Terma­suk forum-forum dalam rangkaian Presi­densi G20 Indonesia yang bisa menjadi media yang dapat dioptimalkan untuk mencapai tujuan kerja sama internasional tersebut,” imbuhnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Mei 2022, kinerja ekspor industri pengolahan sebesar 14,14 miliar dollar AS atau naik 7,78 persen dibanding bulan yang sama tahun lalu, sebesar 13,12 miliar dollar AS. Sektor industri memberikan kontribusi paling besar hingga 65,73 persen terhadap capaian total nilai ekspor pada Mei 2022 yang mencapai 21,51 miliar dollar AS. 

Pada Mei 2022, negara tujuan ekspor nonmigas Indonesia yang terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai 4,59 miliar dollar AS atau berkontribusi 22,95 persen, diikuti India sebesar 2,26 miliar dollar AS (11,27 persen), dan Amerika Serikat sebesar 2,05 miliar dollar AS (10,26 persen). Sementara itu, nilai ekspor Indonesia ke pangsa pasar ASEAN menembus 4,7 miliar dollar AS (20,34 persen) dan nilai pengapalang ke Eropa mencapai 1,46 miliar dollar AS (7,28 persen). (bie)