DECEMBER 9, 2022
Olahraga

KONI Pandeglang Verifikasi Kesiapan Cabor

post-img

VERIFIKASI: Dua pengurus cabor diverifikasi oleh verifikator KONI Pandegelang (kanan) di kantor KONI Pandeglang, Rabu (22/6). (rbnn)


Jelang Porprov VI Banten 2022

PANDEGLANG - KONI Kabupaten Pandeglang melakukan verifikasi kesiapan ca­bang olahraga (cabor) sebelum didaf­tarkan ke panitia Porprov VI Banten 2022, Rabu (22/6). Verifikasi dilakukan oleh tim bentukan KONI Kabupaten Pandeglang di kantor KONI Kabupaten Pandeglang. Tim verifikator ini mewakili sejumlah bidang dan tim PIC di kepengurusan KONI Kabupaten Pandeglang.

Ketua Chef de Mission (CdM) KONI Ka­bupaten Pandeglang Doni Hermawan me­ngatakan, verifikasi dilakukan untuk memastikan kesiapan cabor binaan yang akan tampil di Porprov VI Banten, 11 No­vember nanti. Kesiapan itu antara lain, dilihat dari keaktifan organiasi, SDM atlet dan pelatih, serta peluang meraih medali di Porprov.

“KONI Pandeglang tidak mau asal tampil di Porprov sehingga perlu verifikasi ke­sia­pan cabor. Biar jumlah cabor yang diikut­kan sedikit, namun diharapkan efektif mendulang medali emas,” kata Doni.

Namun demikian, kata Doni, KONI Ka­bu­paten Pandeglang sudah mendaf­tarkan seluruh cabor ke panitia Porprov VI Banten 2022, yakni KONI Kota Tangerang. “Semua cabor prinsipnya punya hak untuk tampil namun selektif juga penting. Apalagi ang­garan yang kami miliki tidak besar se­hingga perlu efisensi anggaran sesuai ke­mam­puan daerah,” terang Kepala DP­MDP Pandeglang ini.

Sekretaris KONI Pandeglang Mustandri menambahkan, ada 47 cabor yang bernaung di KONI Kabupaten Pandeglang. Namun, kata Mustandri, ada cabor prioritas untuk Porprov dan juga pilihan. 

“Cabor prioritas itu berdasarkan kalkulasi dan peluang medali dan yang pilihan rata-rata cabor permainan dan peluang medalinya kecil. Pemetaan ini kami lakukan untuk menyesuaikan anggaran yang ada. Tapi kalau para ketua pengcab tetap meng­inginkan tetap didaftarkan semua, ka­mi setuju. Catatannya pembiayaan harus ditanggung bersama karena Porprov sangat penting sebagai pertaruhan nama baik dan eksistensi pengcab,” beber Mustandri. (muhaemin/don)