MEMBERIKAN PENGHARGAAN: Ketua PW LP Ma’arif Banten Abdul Basith memberikan penghargaan kepada peserta Perwimawil di Ponpes Al-Mizan, Rangkasbitung, kemarin. (Yusuf Permana/Radar Banten)
LEBAK – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak menjadi juara umum dalam Perkemahan Wirakarya Ma’arif Wilayah I (Perwimawil) I Banten di Ponpes Al-Mizan. Dari enam kategori lomba yang dipertandingkan, LP Ma’arif Lebak berhasil meraih 75 persen.
Pada penutupan Perwimawil I Banten, panitia memberikan hadiah dan penghargaan terhadap para peserta pramuka yang berprestasi. Sebagian besar peserta Perwimawil I Banten berasal dari Kabupaten Lebak.
Ketua Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Banten Abdul Basith Chudori mengatakan, Perwimawil I ini sudah terselenggara dengan sukses. Tujuan utamanya mewujudkan moderasi beragama karena Perwimawil ini diikuti peserta non muslim.
”Salah satu tujuan dari Perwimawil ini adalah menanamkan nilai-nilai keaswajaan kepada para peserta didik. Alhamdulillah dengan hadirnya peserta non muslim yang mengikuti seluruh rangkaian acara dari pertama dimulai, nilai-nilai itu sudah dapat ditanamkan dengan para peserta yang saling berinteraksi satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama,” kata Abdul Basith di lokasi penutupan Perwimawil di Ponpes Al-Mizan, kemarin.
Dikatakannya, keberadaan LP Ma’arif untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI. Para pelajar diharapkan dapat terus menuntut ilmu dan berinovasi dalam memajukan bangsa Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, ras, dan agama.
”Alhamdulillah pelaksanaan Perwimawil ini dapat berjalan dengan lancar. Terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah mendukung dan menyukseskan acara ini,” timpal Sekretaris PW LP Ma’arif NU Banten Didin Abdulatif.
Menanggapi adanya peserta non muslim dalam Perwimawil, Analis Kebijakan pada Kanwil Kemenag Banten Asep Sunandar mengatakan, hal tersebut cukup positif dan juga bagian dari moderasi beragama.
”Moderasi beragama ini sendiri merupakan salah satu program dari Menteri Agama dan alhamdulillah LP Ma’arif Banten sudah dapat menerapkannya,” kata Asep.
Sementara itu, salah seorang peserta Perwimawil non muslim Imanuel mengungkapkan, jika dirinya merasa nyaman saat mengikuti rangkaian acara Perwimawil.
”Bahagia, saya merasakan toleransi di sini. Tidak ada diskriminasi sama sekali, mungkin ke depan saya juga akan mulai belajar tentang Islam,” ungkap Imanuel sembari meneteskan air mata. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
