CILEGON–Sejumlah pedagang hewan kurban di Kota Cilegon mengurangi pasokan hewan kurban pada momen Idul Adha tahun ini.
Berkurangnya pasokan hewan kurban imbas wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang pada hewan di sejumlah daerah seperti Jawa.
Mewabahnya PMK di Jawa membuat para pedagang tidak bisa mengambil hewan dari Jawa. Sedangkan hewan dari Lampung mengalami kenaikan harga Rp3 juta perekor sapi.
“Tahun ini saya menjual 80 ekor sapi, bila dibanding tahun lalu kita menjual 100 ekor sapi. Jadi ada pengurangan jumlah hewan yang saya jual,” kata Heri pedagang hewan kurban saat ditemui Radar Banten di lapaknya yang bertempat di depan Makam Balung, Kota Cilegon, Rabu (22/6).
Senada dengan Heri, penanggung jawab hewan kurban Istana Aqiqah Duha Junaidi mengatakan, wabah PMK mengurangi jumlah hewan kurban yang dijual di lapaknya.
“Kita mengurangi jumlah hewan kurban yang dari luar hanya beberapa puluh ekor saja, selebihnya dari hewan yang sudah lama di kandang karena kita melakukan proses penggemukan di kandang,” kata Duha.
Duha berpesan kepada pedagang-pedagang hewan kurban yang baru mendatangkan hewan kurban dari luar Kota Cilegon untuk saling waspada dan merawat hewannya agar PMK tidak cepat menular dengan hewan-hewan yang sudah lama di Kota Cilegon. (raj/alt)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
