DECEMBER 9, 2022
Utama

Rangkasbitung Bakal Jadi Stasiun Ultimate

post-img

Dengan Kapasitas 85.000 Orang Per Hari


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun Stasiun Rangkasbitung Ultimate dengan kapasitas penumpang mencapai 85.000 orang per hari. 


Alokasi anggaran untuk pem­ba­ngunan Stasiun Rangkasbitung Ulti­mate tahap pertama Rp12,5 miliar dan tahap kedua Rp285 miliar.

Ekspose pembangunan stasiun di­hadiri Kepala Balai Teknik Per­ke­re­taapian Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus, Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak Alkadri, Asda II Setda Lebak Ajis Suhendi, dan Kepala Orga­nisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ka­bupaten Lebak. Kegiatan ekspose pe­ngembangan Stasiun Rangkasbitung digelar di ruang rapat terbatas Setda Lebak, Rangkasbitung, Rabu (22/6).

“Stasiun Rangkasbitung nantinya akan menjadi Stasiun Ultimate yang meng­hu­bungkan berbagai rute perjalanan ke­reta api, seperti ke daerah Serang, Merak, dan Labuan,” kata Rode Paulus kepada wartawan di gedung Setda Le­bak.

Pembangunan Stasiun Ultimate Rang­kas­bitung, kata Rode, dilakukan karena tingginya insentitas dan volume peng­guna layanan kereta baik lokal maupun kereta rel listrik (KRL). Saat ini, kapasitas sta­siun hanya 25.000 orang dan ke de­pan kapasitasnya akan meningkat tiga kali lipat, yakni 85.000 orang.

“Stasiun Rangkasbitung ini sangat stra­tegis karena terdapat beberapa jalur per­jalanan kereta yang menghubungkan wilayah Banten. Pertumbuhan stasiun ini juga cukup pesat dengan volume pe­­numpang yang cukup padat hingga menyebabkan beban dari stasiun ini cukup berat,” ujarnya.

Untuk pengembangan Stasiun Rang­kasbitung ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pada 2021 pihaknya sudah mulai mengerjakan pembangunan peron. 

Tahun 2023 akan dilakukan pem­ba­ngun­an berbagai sarana prasana ba­ngunan di Stasiun Rangkasbitung.

Adapun alokasi anggaran Rp12,5 milliar yang bersumber pada DIPA Kemenhub untuk pembangunan peron, dan Rp285 Milliar dari APBN melalui skema SBSN (surat berharga syariah negara). 

Pihaknya pun menargetkan pemba­ngun­an stasiun ultimate ini akan selesai pada akhir 2024. “Nantinya stasiun ini akan mengalahkan Stasiun Jatinegara. Luas bangunan 8.000 meter persegi dan sembilan track yang terdiri dari tiga jalur stabling, tiga jalur KRL, dan dua jalur KA Lokal. Kita juga targetkan volume penumpang di stasiun yang awal­nya 25.000 penumpang, nantinya meningkat menjadi 85.000 penumpang,” jelasnya.

Sementara itu, Asda II Setda Lebak, Ajis Suhendi mengatakan, rencana pem­bangunan Stasiun Rangkasbitung ini perlu dibahas secara tuntas, karena pem­bangunan stasiun akan berdampak bagi pembangunan di Kabupaten Lebak.

Pihaknya tentu sangat menyambut baik rencana pembangunan stasiun. 

Untuk itu, pemerintah daerah akan mem­berikan dukungan dengan melaku­kan penataan di lingkungan stasiun, ter­masuk Terminal Kalijaga dan juga Pasar Rangkasbitung. 

“Dalam rapat ini kita libatkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang mana kita ketahui sendiri Stasiun Rangkasbitung ini ber­de­katan dengan Pasar Rangkasbitung. Juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuspar) Lebak dengan harapan pembangunan Stasiun Rangkasbitung dapat mendongkrak perekonomian masya­­rakat,” pungkasnya.(mg02/tur/air)