Dengan Kapasitas 85.000 Orang Per Hari
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membangun Stasiun Rangkasbitung Ultimate dengan kapasitas penumpang mencapai 85.000 orang per hari.
Alokasi anggaran untuk pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate tahap pertama Rp12,5 miliar dan tahap kedua Rp285 miliar.
Ekspose pembangunan stasiun dihadiri Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten Rode Paulus, Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak Alkadri, Asda II Setda Lebak Ajis Suhendi, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Lebak. Kegiatan ekspose pengembangan Stasiun Rangkasbitung digelar di ruang rapat terbatas Setda Lebak, Rangkasbitung, Rabu (22/6).
“Stasiun Rangkasbitung nantinya akan menjadi Stasiun Ultimate yang menghubungkan berbagai rute perjalanan kereta api, seperti ke daerah Serang, Merak, dan Labuan,” kata Rode Paulus kepada wartawan di gedung Setda Lebak.
Pembangunan Stasiun Ultimate Rangkasbitung, kata Rode, dilakukan karena tingginya insentitas dan volume pengguna layanan kereta baik lokal maupun kereta rel listrik (KRL). Saat ini, kapasitas stasiun hanya 25.000 orang dan ke depan kapasitasnya akan meningkat tiga kali lipat, yakni 85.000 orang.
“Stasiun Rangkasbitung ini sangat strategis karena terdapat beberapa jalur perjalanan kereta yang menghubungkan wilayah Banten. Pertumbuhan stasiun ini juga cukup pesat dengan volume penumpang yang cukup padat hingga menyebabkan beban dari stasiun ini cukup berat,” ujarnya.
Untuk pengembangan Stasiun Rangkasbitung ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pada 2021 pihaknya sudah mulai mengerjakan pembangunan peron.
Tahun 2023 akan dilakukan pembangunan berbagai sarana prasana bangunan di Stasiun Rangkasbitung.
Adapun alokasi anggaran Rp12,5 milliar yang bersumber pada DIPA Kemenhub untuk pembangunan peron, dan Rp285 Milliar dari APBN melalui skema SBSN (surat berharga syariah negara).
Pihaknya pun menargetkan pembangunan stasiun ultimate ini akan selesai pada akhir 2024. “Nantinya stasiun ini akan mengalahkan Stasiun Jatinegara. Luas bangunan 8.000 meter persegi dan sembilan track yang terdiri dari tiga jalur stabling, tiga jalur KRL, dan dua jalur KA Lokal. Kita juga targetkan volume penumpang di stasiun yang awalnya 25.000 penumpang, nantinya meningkat menjadi 85.000 penumpang,” jelasnya.
Sementara itu, Asda II Setda Lebak, Ajis Suhendi mengatakan, rencana pembangunan Stasiun Rangkasbitung ini perlu dibahas secara tuntas, karena pembangunan stasiun akan berdampak bagi pembangunan di Kabupaten Lebak.
Pihaknya tentu sangat menyambut baik rencana pembangunan stasiun.
Untuk itu, pemerintah daerah akan memberikan dukungan dengan melakukan penataan di lingkungan stasiun, termasuk Terminal Kalijaga dan juga Pasar Rangkasbitung.
“Dalam rapat ini kita libatkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang mana kita ketahui sendiri Stasiun Rangkasbitung ini berdekatan dengan Pasar Rangkasbitung. Juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuspar) Lebak dengan harapan pembangunan Stasiun Rangkasbitung dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” pungkasnya.(mg02/tur/air)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
