STROBERI: Potret kebut strawberry di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.(Yusuf/Radar Banten)
Kebun Stroberi di Citorek
Negeri Citorek ternyata tidak hanya terdapat Gunung Luhur yang memiliki julukan sebagai Negeri di Atas Awan saja. Namun, ternyata Citorek juga memiliki perkebunan argowisata stroberi.
YUSUF PERMANA – Lebak
Kebun tersebut berjarak lima kilometer dari Negeri di Atas Awan yakni di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Letak kebun percis berada di Jalan Raya Citorek, sehingga para pelancong tidak akan sulit untuk menemukan kebun stroberi ini. Di sana, para pelancong nantinya akan disambut oleh para petani lokal yang setiap harinya merawat ribuan pohon stroberi.
Diketahui, kebun itu dikelola oleh Agus beserta kelompok Tani Mutiara Bumi yang dibantu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak. Sekarang, di kebun seluas 1.200 m² itu sudah terdapat 3.500 lebih tanaman stroberi yang kini siap untuk dipanen.
“Dulu ini hanya mimpi, karena kita alangkah tertariknya waktu main ke Ciwidey, Bandung melihat ada kebun stroberi dan turun ke sana petik sendiri, di kilo, bayar. Itu sekitar sebulan, mimpi itu terwujud,” kata Agus kepada Radar Banten, Jum’at (22/7).
Saat ini kebun stroberi itu sudah bisa panen dua kali dalam seminggu, dan kini sudah dibuka untuk umum, sehingga para wisatawan dapat menghampiri kebun. Di sana, para wisatawan bisa berkeliling kebun yang memiliki suana dingin dengan udara segar. Para wisatawan juga bisa memilih dan memetik sendiri stroberi yang mereka inginkan.
Untuk harganya tergolong murah, yakni satu kilogram stroberi dihargai Rp40 ribu. Selain bisa membawa oleh-oleh buah stroberi, para wisatawan juga bisa membawa pulang tanaman tersebut yang juga dijual seharga Rp5 ribu per tanaman.
“Alhamdulillah wisatawan juga sudah mulai berdatangan, mereka yang datang ke sini bisa dengan bebas memetik stroberi sendiri, tinggal nanti di kilo kalau sudah. Nanti kita packing, kita juga sediakan packingan buat ngemil di jalan. Satu wadah kecil isi lima stroberi besar itu kita jual Rp2.500,” ujarnya.
Walaupun kini kebunnya masih diisi oleh tanaman sayur-sayuran lain seperti terong dan cabai, tapi ke depannya tanaman sayuran tersebut akan digantikan oleh stroberi. Hal tersebut dilakukan karena dirinya dan kelompok tani akan berfokus dalam budidaya stroberi dan mewujudkan Desa Citorek Tengah, menjadi sentra stroberi di Banten.
“Insya Allah kita akan fokus dalam berbudidaya stroberi ini, karena kita lihat potensi yang semoga potensi ini bisa ke garap dan dapat memperdayakan semakin banyak warga Citorek,” tandasnya.
Sementara itu, Faris, wisatawan asal Tangerang mengaku senang saat berkunjung ke kebun stroberi milik para kelompok tani di Desa Citorek itu.
Menurutnya, selain suasana kebun yang masih asri, rasa stroberinya juga tidak kalah dengan daerah lainnya.
“Kita dapat info kalau ada kebun stroberi di sini, makanya langsung berangkat. Dan seneng banget pas sampai di sini, stroberinya juga pada manis, engga ada yang busuk, “ katanya.
“Harapannya, semoga kebun ini bisa semakin luas, biar waktu panen bisa lebih banyak pengunjungnya,” tambahnya.
Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniah mengungkapkan, pihaknya mengaku akan menjadikan kebun stroberi yang ada Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak untuk menjadi sentra stroberi di Provinsi Banten.
Katanya, Citorek sendiri memiliki potensi pengembangan budidaya salah satu jenis buah berry itu. Mengingat, buah hasil budidaya para Kelompok Tani Mutiara Bumi itu memiliki kualitas yang bagus.
Nantinya, kawasan wewengkong Citorek itu akan menjadi sentra stroberi untuk Provinsi Banten. Di mana, setiap rumah yang berada di Citorek terdapat tanaman stroberi minimal 20 polybag.
“Nanti setiap halaman rumah milik warga di Kampung Adat itu tumbuh banyak tanaman stroberinya, selain pada itu akan menambah pendapatan para petani dan warga itu,” katanya.
Rahmat mengatakan, pihaknya akan konsisten dalam mewujudkan hal itu, dengan terus memberikan bantuan dan pembinaan kepada para petani stroberi di kawasan adat itu.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan dalam upaya mewujudkan Visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lebak untuk mewujudkan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal.
“Nantinya akan ada pengembangan perkebunan alpukat dan juga manggis. Semoga nantinya Citorek ini bisa menjadi kawasan destinasi Argowisata,” pungkasnya. (*)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
