DECEMBER 9, 2022
Utama

Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Pohonnya

post-img

STROBERI: Potret kebut strawberry di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak.(Yusuf/Radar Banten)


Kebun Stroberi di Citorek


Negeri Citorek ternyata tidak hanya terdapat Gunung Luhur yang memiliki julukan sebagai Negeri di Atas Awan saja. Namun, ternyata Citorek juga memiliki perkebunan argowisata stroberi. 


YUSUF PERMANA – Lebak

 

Kebun tersebut berjarak lima kilometer dari Negeri di Atas Awan yakni di Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Letak kebun percis berada di Jalan Raya Citorek, sehingga para pelan­cong tidak akan sulit untuk menemukan ke­bun stroberi ini. Di sana, para pe­lancong nantinya akan disambut oleh para petani lokal yang setiap harinya me­rawat ribuan pohon stroberi.

Diketahui, kebun itu dikelola oleh Agus beserta kelompok Tani Mutiara Bumi yang dibantu oleh Pemerintah Ka­bupaten (Pemkab) Lebak. Sekarang, di kebun seluas 1.200 m² itu sudah ter­dapat 3.500 lebih tanaman stroberi yang kini siap untuk dipanen. 

“Dulu ini hanya mimpi, karena kita alang­kah tertariknya waktu main ke Ci­widey, Bandung melihat ada kebun stroberi dan turun ke sana petik sendiri, di kilo, bayar. Itu sekitar sebulan, mimpi itu terwujud,” kata Agus kepada Radar Banten, Jum’at (22/7).

Saat ini kebun stroberi itu sudah bisa pa­nen dua kali dalam seminggu, dan kini sudah dibuka untuk umum, se­hingga para wisatawan dapat meng­ham­­piri kebun. Di sana, para wisatawan bisa berkeliling kebun yang memiliki suana dingin dengan udara segar. Para wi­satawan juga bisa memilih dan me­metik sendiri stroberi yang mereka inginkan.

Untuk harganya tergolong murah, yakni satu kilogram stroberi dihargai Rp40 ribu. Selain bisa membawa oleh-oleh buah stroberi, para wisatawan juga bisa membawa pulang tanaman tersebut yang juga dijual seharga Rp5 ribu per tanaman.

“Alhamdulillah wisatawan juga sudah mulai berdatangan, mereka yang datang ke sini bisa dengan bebas memetik stro­beri sendiri, tinggal nanti di kilo kalau sudah. Nanti kita packing, kita ju­ga sediakan packingan buat ngemil di jalan. Satu wadah kecil isi lima stroberi besar itu kita jual Rp2.500,” ujarnya.

Walaupun kini kebunnya masih diisi oleh tanaman sayur-sayuran lain seperti te­rong dan cabai, tapi ke depannya ta­­­naman sayuran tersebut akan di­gan­tikan oleh stroberi. Hal tersebut dilaku­kan karena dirinya dan kelompok tani akan berfokus dalam budidaya stroberi dan mewujudkan Desa Citorek Tengah, men­jadi sentra stroberi di Banten. 

“Insya Allah kita akan fokus dalam ber­budidaya stroberi ini, karena kita lihat potensi yang semoga potensi ini bisa ke garap dan dapat memperdayakan semakin banyak warga Citorek,” tan­dasnya. 

Sementara itu, Faris, wisatawan asal Ta­ngerang mengaku senang saat ber­kunjung ke kebun stroberi milik para kelompok tani di Desa Citorek itu.  

Menurutnya, selain suasana kebun yang masih asri, rasa stroberinya juga tidak kalah dengan daerah lainnya. 

“Kita dapat info kalau ada kebun stro­beri di sini, makanya langsung be­rang­kat. Dan seneng banget pas sampai di sini, stroberinya juga pada manis, engga ada yang busuk, “ katanya. 

“Harapannya, semoga kebun ini bisa se­makin luas, biar waktu panen bisa le­bih banyak pengunjungnya,” tambah­nya.

Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yu­niah mengungkapkan, pihaknya me­ngaku akan menjadikan kebun stro­beri yang ada Desa Citorek Tengah, Ke­camatan Cibeber, Kabupaten Lebak untuk menjadi sentra stroberi di Provinsi Banten.

Katanya, Citorek sendiri memiliki po­tensi pengembangan budidaya salah satu jenis buah berry itu. Mengingat, buah hasil budidaya para Kelompok Tani Mutiara Bumi itu memiliki kualitas yang bagus. 

Nantinya, kawasan wewengkong Ci­torek itu akan menjadi sentra stroberi untuk Provinsi Banten. Di mana, setiap rumah yang berada di Citorek terdapat tanaman stroberi minimal 20 polybag. 

“Nanti setiap halaman rumah milik warga di Kampung Adat itu tumbuh ba­nyak tanaman stroberinya, selain pada itu akan menambah pendapatan para petani dan warga itu,” katanya. 

Rahmat mengatakan, pihaknya akan konsisten dalam mewujudkan hal itu, de­ngan terus memberikan bantuan dan pembinaan kepada para petani stroberi di kawasan adat itu.  

Hal itu dilakukan sebagai bentuk du­kungan dalam upaya mewujudkan Visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Lebak untuk mewujudkan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata nasional berbasis potensi lokal. 

“Nantinya akan ada pengembangan perkebunan alpukat dan juga manggis. Semoga nantinya Citorek ini bisa menjadi kawasan destinasi Argowisata,” pung­kasnya. (*)