LEBAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten melakukan pendataan awal registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 2022. Pendataan ini bertujuan untuk memastikan data penerima bantuan sosial tepat sasaran.
Awang Pramila, perwakilan BPS Banten menjelaskan, Regsosek ini merupakan pendataan seluruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi, mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial
Dalam pendataan Regsosek ini, BPS melibatkan semua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bersama stakeholder terkait.
“Dalam Regsosek ini kita perlu kolaborasi semua pihak dan datanya Insyaallah akan kita pakai secara bersama supaya bisa bermanfaat untuk program-program pemerintah, baik pusat maupun daerah,” kata Awang usai menjadi pemateri dalam acara Rapat Koordinasi Pendataan Awal Regsosek di Hotel Horison Rahaya Resort, Kecamatan Kalanganyar, Kamis (22/9).
Dijelaskannya, dalam Regsosek ini BPS akan melibatkan 2.244 petugas sensus untuk melakukan pendataan di 28 Kecamatan di Lebak mulai 4 Oktober sampai 14 November 2022. Setiap petugas akan mencacah 250 kepala keluarga.
“Selain melakukan pendataan, petugas akan melakukan pemberdayaan masyarakat, sehingga Regsosek ini juga merupakan upaya kita dalam meningkatkan perokonomian warga,” ujarnya.
Hasil dari pendataan awal Regsosek dalam jangka pendek-menengah nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas berbagai layanan pemerintah, seperti pendidikan, bantuan sosial, kesehatan, dan administrasi kependudukan.
Sedangkan, dalam jangka panjang dimanfaatkan pemerintah untuk menyusun dan menjalankan kebijakan agar tepat sasaran
“Kita juga berharap masyarakat di bawah dapat menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada petugas. Karena data-data ini juga nantinya akan jadi landasan pemerintah untuk melakukan pembangunan di daerah,” timpal Toga, perwakilan BPS Banten lainnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Lebak Virgojanti mengatakan, data masih menjadi persoalan, karena banyak yang kurang valid dan tumpang tindih, khususnya pada program bantuan sosial.
Menurutnya, kegiatan Regsosek ini akan menyajikan data terbaru tentang kondisi masyarakat. Sehingga dapat membantu Pemkab Lebak dalam menentukan arah pembangunan dan penyaluran berbagai program bantuan sosial.
“Kita tidak ingin program bantuan tidak tepat sasaran. Mudah-mudahan hasil pelaksanaan pembangunan juga akan lebih baik lagi,” pungkasnya.(mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
