DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

BPS Terjunkan 2.244 Petugas Sensus Regsosek

post-img

LEBAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Banten me­lakukan pendataan awal registrasi sosial eko­nomi (Regsosek) 2022. Pendataan ini ber­tujuan untuk memastikan data penerima bantuan sosial tepat sasaran.

Awang Pramila, perwakilan BPS Banten men­jelaskan, Regsosek ini merupakan pendataan se­luruh penduduk yang mencakup profil dan kondisi sosial ekonomi, mulai dari kondisi demografi, perumahan, keadaan disabilitas, kepemilikan aset, hingga informasi geospasial

Dalam pendataan Regsosek ini, BPS melibatkan se­mua pihak termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak bersama stakeholder terkait.

“Dalam Regsosek ini kita perlu kolaborasi semua pihak dan datanya Insyaallah akan kita pakai secara bersama supaya bisa bermanfaat untuk program-program pemerintah, baik pusat maupun daerah,” kata Awang usai menjadi pemateri dalam acara Rapat Koordinasi Pendataan Awal Regsosek di Hotel Horison Rahaya Resort, Kecamatan Kalanganyar, Kamis (22/9).

Dijelaskannya, dalam Regsosek ini BPS akan melibatkan 2.244 petugas sensus untuk melakukan pendataan di 28 Kecamatan di Lebak mulai 4 Oktober sampai 14 November 2022. Setiap petugas akan mencacah 250 kepala keluarga.

“Selain melakukan pendataan, petugas akan melakukan pemberdayaan masyarakat, se­hingga Regsosek ini juga merupakan upaya kita dalam meningkatkan perokonomian warga,” ujarnya.

Hasil dari pendataan awal Regsosek dalam jangka pendek-menengah nantinya dapat diman­faatkan untuk meningkatkan kualitas ber­­bagai layanan pemerintah, seperti pendi­dikan, bantuan sosial, kesehatan, dan adminis­trasi kependudukan.

Sedangkan, dalam jangka panjang diman­faat­kan pemerintah untuk menyusun dan men­jalankan kebijakan agar tepat sasaran

“Kita juga berharap masyarakat di bawah dapat menyampaikan informasi yang sebe­narnya kepada petugas. Karena data-data ini juga nantinya akan jadi lan­dasan pemerintah untuk melakukan pem­bangunan di daerah,” timpal Toga, perwakilan BPS Banten lainnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Lebak Virgojanti me­ngatakan, data masih menjadi persoalan, karena banyak yang kurang valid dan tumpang tindih, khususnya pada program bantuan sosial.

Menurutnya, kegiatan Regsosek ini akan me­nyajikan data terbaru tentang kondisi masyarakat. Sehingga dapat membantu Pemkab Lebak dalam menentukan arah pembangunan dan penyaluran berbagai program bantuan sosial.

“Kita tidak ingin program bantuan tidak tepat sasaran. Mudah-mudahan hasil pelaksanaan pembangunan juga akan lebih baik lagi,” pungkasnya.(mg-02/tur)