FOTO BERSAMA: Aktivis LMND Pandeglang foto bersama usai dialog kekerasan seksual di lingkungan kampus, Kamis (22/9). (Adib/Radar Banten)
PANDEGLANG - Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) menggelar dialog publik tentang kekerasan seksual. Organisasi mahasiswa itu mendeklarasikan pembentukan satuan tugas (Satgas) anti kekerasan seksual di semua kampus di Pandeglang.
Ketua LMND Universitas Mathla’ul Anwar (UNMA) Banten Fathur rodzaak mengatakan, jumlah kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus mengkhawatirkan. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian semua bersama.
“Berawal dari data Kementerian Pendidikan, kasus kekerasan seksual terhadap perempuan meningkat. Pada tahun 2020 jumlahnya 2.400 kasus dan tahun 2021 meningkat menjadi 2.500 kasus,” katanya di kampus UNMA Banten, kemarin.
Dia mengatakan, kekerasan seksual terhadap perempuan di kampus semakin mengkhawatirkan. Persoalan tersebut harus menjadi perhatian civitas akademika, khususnya pihak kampus dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual.
“Hal tersebut menjadi dorongan bagi kami untuk menggelar dialog publik tentang kekerasan seksual terhadap perempuan,” ujarnya.
Apalagi jika melihat dari keresahan perempuan terhadap pelecehan seksual, perempuan tidak sepatutnya dilecehkan karena sejatinya kita terlahir dari rahim perempuan. “Kita harus bisa mencegah terjadinya pelecehan seksual di lingkungan kampus dan harus kita selesaikan,” tegasnya.
Ketua LMND Eksekutif Kota Pandeglang Muhamad Abdullah mengatakan, banyak kekerasan seksual non verbal di wilayah kampus yang dianggap lumrah. Hal itu, kata dia, menjadi dasar ketidaknyamanan dalam menuntut ilmu di kampus.
“Kami mendesak agar kampus-kampus di Pandeglang segera membentuk satuan gugus tugas kekerasan seksual sesuai Peraturan Menteri Nomor 30 Tahun 2021. Karena perempuan paling rentan menjadi korban kekerasan seksual,” jelasnya.
Wakil Rektor (Warek) III UNMA Banten Epi Hasan Ripai mengatakan, dialog publik merupakan langkah awal dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam mencegah kasus kekerasan seksual di dalam kampus.
“Satuan gugus tugas kekerasan seksual di UNMA sudah rampung, tinggal menunggu SK saja dari rektor. Selanjutnya adalah menyosialisasikan ke setiap fakultas tentang pentingnya pengawasan dan penanggulangan kekerasan seksual,” tukasnya. (dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
- NUSANTARA metro disway
- FOKUS DISWAY
