DECEMBER 9, 2022
Olahraga

Perserang Gagal Curi Poin

post-img

SERANG - Perserang Serang gagal mencuri poin dari Semen Padang FC. Laskar Singandaru, bahkan tidak berkutik di kandang Kabau Sirah, di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (22/9). 

Dalam laga lanjutan pertandingan Grup Barat Liga 2 2022/20223 ini, Perserang dihajar oleh tim tuan rumah. Perserang tak mampu membalas satu gol pun dari lima gol yang diciptakan Semen Padang FC.

Sebenarnya, Perserang tampil cukup apik di babak pertama. Bahkan, mampu membuat Semen Padang FC kewalahan. Mengingat, butuh poin lantaran sudah mengalami tiga kekalahan dari empat laga yang dijalani Perserang sebelunya. Perserang hanya berhasil meraih satu kemenangan atas PSPS Riau.

Namun, kesabaran Semen Padang FC akhirnya bisa membuka jalan. Di menit 42, melalui sebuah serangan di sisi kiri pertahanan Perserang yang gagal diantisipasi Isho Ikhul Ibad Cs, gol diciptakan melalui sundulan pemain tuan rumah, Vendry Ronaldo Mofu.

Di babak kedua, pertahanan dan serangan Perserang justru melemah. Alhasil, empat gol bersarang di gawang Perserang. 

Keempat gol itu dicetak Wiganda Pradika di menit 64, Muhammad Sanjaya di menit 77, Firman Juliansyah di menit 83, dan Naufal Rahmanda di menit 90.

Sebenarnya, Semen Padang FC bisa saja mencetak gol lebih banyak jika dua penalti yang dihadiahkan wasit sukses. Satu penalti berhasil dihalau penjaga gawang Perserang Rully Destria. Penalti kedua, melenceng ke arah kiri gawang.

Perserang semakin keteteran melayani permainan Semen Padang FC setelah Yogi Syaiful Rizal diusir wasit dari lapangan. Yogi Rizal mendapat kartu merah setelah mendapatkan kartu kuning pada menit 66 dan 74.

Kebobolan lima gol tentu menjadi catatan buruk bagi Laskar Singandaru. Mengingat, sejauh ini Perserang sudah kemasukan 10 gol dan hanya memasukkan satu gol saat mengalahkan PSPS Riau. 

Pelatih Kepala Perserang Sabrun Hanafi mengakui jika pemainnya kehilangan konsentrasi setelah gol kedua, Menurutnya, gol itu terindikasi offside sehingga para pemain kehilangan fokus.

Permainan juga semakin kacau ketika Egi Melgiansyah Cs harus bermain dengan 10 pemain setelah Yogi Syaiful Rizal diganjar kartu merah. 

“Sebenarnya babak pertama kami bisa mengimbangi permainan Semen Padang. Begitu juga di awal babak kedua. Tetapi konsentrasi pemain kacau, terutama setelah kartu merah yang diterima Yogi,” kata Sabrun dalam sesi jumpa pers usai pertandingan, dikutip Radar Banten dari Media Oficer Perserang.

Sabrun menegaskan, pemain Pserserang harus bangkit agar bisa kembali ke jalur kemenangan pada pertandingan selanjutnya. Perserang akan menghadapi PSDS Deli Serdang di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Senin (26/9).

“Kami harus menemukan solusi atas keadaan saat ini. Mental pemain harus dibangkitkan agar bisa tampil maksimal di pertandingan selanjutnya,” katanya.

Jadwal pertandingan melawan Semen Padang FC dan PSDS Deli Serdang, diakui Sabrun, terlalu mepet. Jarak waktu itu tidak ideal untuk memulihkan tim. 

Sebab, pemain Perserang hanya punya waktu sehari untuk berlatih sebelum menjamu PSDS Deli Serdang. 

“Apa pun kondisinya, kami dari jajaran pelatih dan pemain harus profesional dan selalu siap untuk memenangi lagan anti,” pungkas Sabrun.

Pemain Perserang, Nasho Ikhul Ibad, mengungkapkan kekecewaannya atas kekalahannya dari Semen Padang FC. Padahal, kata dia, para pemain telah berusaha menerapkan strategi sesuai arahan pelatih. 

“Kami tentu kecewa, Tapi berjanji akan tampil lebih baik di pertandingan selanjutnya. Kami ingin segera berada di jalur kemenangan,” tegasnya. (don)