TERGENANG: Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Abdi Negara Rangkasbitung yang tergenang air, kemarin. (Yusuf/Radar Banten)
LEBAK - Hujan deras yang mengguyur wilayah kota Rangkasbitung telah menyebabkan wilayah Rangkasbitung dikepung genangan air, Kamis (22/9)
Genangan air dari hujan deras yang mengguyur selama satu jam lamanya muncul dibeberapa titik, yakni di Jalan Abdi Negara, Jalan RA Kartini, dan Jalan Pasar Rangkasbitung. Ketinggian genangan air beragam dari 10 sampai dengan 30 sentimeter.
Fahri warga Rangkasbitung mengatakan, genangan air itu telah merendam beberapa kendaraan di area Jalan Abdi Negara Rangkasbitung.
“Genangan airnya cukup tinggi, motor saya saja sampai terendam. Untung nggak sampai kena mesin, kalau sampai mesin terendam motor saya bisa mogok,” kata Fahri.
Ia mengaku heran, mengapa Jalan Abdi Negara saat ini kerap terendam genangan air. Padahal, jalan itu berdekatan dengan kantor Bupati Iti Octavia Jayabaya. Katanya, jalan itu terendam genangan air jika hujan deras mengguyur lebih dari 30 menit.
“Aneh lah, ini kan wilayah pusat kota. Kok bisa jadi langganan banjir, harusnya pihak terkait melakukan penanganan. Apa penyebabnya, apakah dari saluran drainase atau bukan. Malu kalau dibiarkan saja,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizki Pratama membenarkan jika terdapat beberapa titik di wilayah Kota Rangkasbitung yang tergenang air akibat hujan deras. Bahkan, genangan air tersebut telah menyebabkan ular sanca muncul ke permukaan Jalan RT Hardiwinangun, Rangkasbitung.
“Banjir dan genangan itu berbeda, yang tadi itu genangan saja. Karena saat hujan reda, genangan airnya langsung surut. Untuk ular itu munculnya di gorong-gorong, tapi sudah diamankan sama warga sekitar,” katanya.
Febby menyebut curah hujan mencapai 80 milimeter kubik per detik. Menurutnya, genangan air itu disebabkan saluran drainase yang tersumbat sampah.
“Kita ada peringatan dini cuaca ekstrem hingga 28 September 2022, sedangkan untuk musim penghujan itu awalnya di bulan Oktober. Untuk mencegah hal serupa kita akan mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani sumbatan pada saluran drainase di pusat kota dan sekitarnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Febby mengimbau warga dengan potensi bencana alam yang disebabkan oleh cuaca ekstrem tersebut terlebih bagi warga di daerah rawan longsor dan banjir. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
