LEBAK - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak menjelaskan ratusan Badan usaha milik desa (BUMDes) tidak memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes). Dari 340 BUMDes, hanya hanya 30 badan usaha saja yang telah memberikan kontribusi terhadap PADes.
Kepala DPMD Lebak Babay Imroni mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan BUMDes belum memberikan kontribusi terhadap desa. Diantaranya, karena kurangnya pengembangan BUMDes hingga kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan usaha di desa.
"Hampir setiap desa di Lebak memiliki BUMDes, artinya ada 340 BUMDes di Lebak. Tapi dari 340 itu, hanya ada 30 saja yang produktif atau yang sudah bisa memberikan pendapatan bagi Desa. Sementara sisanya masih nihil," kata Babay kepada Radar Banten, Kamis (22/9).
Babay mengatakan, SDM yang kurang memadai membuat pengembangan BUMDes menjadi terkendala. Banyak usaha BUMDes hanya berkembang diawal tahun pendirian saja. Salah satunya desa yang memiliki usaha produksi paving blok, usaha itu hanya untung di tahun pertama. Sementara di tahun selanjutnya, kadang tidak laku.
"Jadi memang perencanaan yang kurang matang akibat kekurangan SDM membuat pengembangan BUMDes menjadi macet. Sekarang mereka yang tidak menghasilkan laba untuk daerah kini hanya bisa bertahan alias untuk mencukupi operasional saja," ujar Babay.
"Terlebih kondisi pandemi Covid-19, telah membuat banyak BUMDes lumpuh dan sekarang mulai bangkit kembali," tambahnya.
Ia mengungkapkan, DPMD sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu BUMDes di Lebak dapat berkembang. Seperti melakukan pembinaan dan kolaborasi antar BUMDes agar usahanya bisa berkembang dan menghasilkan.
"Karena rata-rata BUMDes itu kolaps di anggaran. Nah sekarang masuk di BUMDes bersama sehingga modalnya bisa ditopang melalui UPK," terang Babay.
"Nanti usahanya banyak, usahanya apa nanti dibiayai UPK. BUMdes-nya nanti bergerak apa nanti dibantu kekurangannya oleh UPK dengan catatan dikembalikan," imbuhnya.
Menanggapi masalah tersebut, Wakil Ketua DPRD Lebak Ucuy Masyuri Sajim mengaku prihatin masih banyaknya BUMDes di Lebak yang belum bisa memberikan kontribusi.
"Saran saya, lakukan studi banding. Semakin banyak referensi, semakin banyak pula ide yang bisa diadopsi," pungkasnya. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
