DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Ratusan BUMDes Tak Sumbang PADes

post-img

LEBAK - Dinas Pemberdayaan Ma­syarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Le­bak menjelaskan ratusan Badan us­a­ha milik desa (BUMDes) tidak mem­berikan kontribusi terhadap Pen­dapatan Asli Desa (PADes). Dari 340 BUMDes, hanya hanya 30 badan usaha saja yang telah memberikan kontribusi terhadap PADes.

Kepala DPMD Lebak Babay Imroni me­ngatakan, ada beberapa faktor yang menye­babkan BUMDes belum membe­rikan kontribusi terhadap desa. Dian­taranya, karena kurangnya pengem­bangan BUMDes hingga kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan usaha di desa.

"Hampir setiap desa di Lebak memiliki BUMDes, artinya ada 340 BUMDes di Lebak. Tapi dari 340 itu, hanya ada 30 saja yang produktif atau yang sudah bisa memberikan pendapatan bagi Desa. Sementara sisanya masih nihil," kata Babay kepada Radar Banten, Kamis (22/9).

Babay mengatakan, SDM yang kurang memadai membuat pengembangan BUMDes menjadi terkendala. Banyak usa­ha BUMDes hanya berkembang diawal tahun pendirian saja. Salah satunya desa yang memiliki usaha pro­duk­si paving blok, usaha itu hanya un­tung di tahun pertama. Sementara di tahun selanjutnya, kadang tidak laku.

"Jadi memang perencanaan yang kurang matang akibat kekurangan SDM membuat pengembangan BUMDes menjadi macet. Sekarang me­reka yang tidak menghasilkan laba untuk daerah kini hanya bisa bertahan alias untuk mencukupi operasional saja," ujar Babay.

"Terlebih kondisi pandemi Covid-19, telah membuat banyak BUMDes lumpuh dan sekarang mulai bangkit kembali," tambahnya.

Ia mengungkapkan, DPMD sendiri sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu BUMDes di Lebak dapat berkembang. Seperti melakukan pembinaan dan kolaborasi antar BUMDes agar usahanya bisa berkem­bang dan menghasilkan.

"Karena rata-rata BUMDes itu kolaps di anggaran. Nah sekarang masuk di BUMDes bersama sehingga modalnya bisa ditopang melalui UPK," terang Babay.

"Nanti usahanya banyak, usahanya apa nanti dibiayai UPK. BUMdes-nya nanti bergerak apa nanti dibantu keku­rangannya oleh UPK dengan catatan dikembalikan," imbuhnya.

Menanggapi masalah tersebut, Wakil Ketua DPRD Lebak Ucuy Masyuri Sajim mengaku prihatin masih banyaknya BUMDes di Lebak yang belum bisa mem­berikan kontribusi. 

"Saran saya, lakukan studi banding. Semakin banyak referensi, semakin banyak pula ide yang bisa diadopsi," pungkasnya. (mg-02/tur)