DECEMBER 9, 2022
Utama

Demokrat Banten Jaring Caleg Terbuka untuk Umum

post-img

SERANG – Partai Demokrat menjadi partai politik pertama yang melakukan penjaringan bakal Caleg paling awal, untuk berkompetisi di Pemilu 2024.

Selain paling cepat, Partai Demokrat Pro­vinsi Banten juga menjadi partai terbuka, di mana masyarakat umum juga bisa ikut mendaftar sebagai bakal caleg melalui proses penjaringan di partai berlambang bintang mercy ini.

“Minggu depan, tepatnya 28 Juni 2022 Partai Demokrat Provinsi Banten membuka penjaringan bakal caleg secara serentak, baik untuk DPRD Kabupate/Kota, DPRD Provinsi maupun DPR RI,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Partai Demokrat Provinsi Banten, Azwar Anas, saat memberikan keterangan pers, di kantor DPD Demokrat Banten, Kamis (23/6).

Ia melanjutkan, pendaftaran bakal caleg di­mulai 28 Juni tahun ini hingga akhir Februari 2023. Para kader maupun masya­rakat Banten bisa langsung men­da­tangi kantor baru DPD Demokrat Banten yang bertempat di Boru, Kota Serang.

“Kami sengaja membuka penjaringan bakal caleg untuk Pemilu 2024 lebih awal, untuk mempersiapkan kriteria calon, se­suai keputusan dari Partai Demokrat Banten. Sekali lagi kami sampaikan, pen­jaringan ini dibuka secara umum, dan diprioritaskan anak muda agar dapat terlibat pada kontestasi politik tahun 2024,” beber Anas.

Masih dikatakan Anas, Partai Demokrat Banten menargetkan untuk memenangkan banyak kursi di seluruh tingkatan Dapil. Baik DPR, DPRD provinsi maupun ka­bu­paten/kota se-Banten.

“Tentu targetnya menjadi pemenang Pemilu 2024 tingkat Provinsi Banten,” tegasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Anas mengakui ada empat daerah di Ban­ten yang menjadi atensi khusus DPD De­mokrat Banten, guna menambah per­olehan kursi pada Pemilu 2024.

“Empat daerah yang menjadi atensi Demokrat Banten adalah Kota Cilegon, Kota Serang, Kota Tangsel dan Kabupaten Ta­ngerang,” pungkas Anas.

Berdasarkan hasil Pemilu 2019 tingkat Provinsi Banten, Partai Demokrat harus puas berada di posisi kelima peraih hasil suara terbanyak, dan harus mengakui ke­unggulan Gerindra, PDIP, Golkar dan PKS. (den/air)