LEBAK - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak meminta kepada pemerintah daerah memenuhi kebutuhan gizi penderita stunting. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan angka stunting yang masih tinggi.
“Penderita stunting itu harus dibantu. Kebutuhan gizi penderitanya harus dicukupi dengan baik,” kata Ketua Komisi III DPRD Lebak, Bangbang SP saat ditemui di ruang Komisi III DPRD Lebak, kemarin.
Masalah stunting, kata Bangbang, harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dinas Kesehatan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) harus bahu membahu menekan angka stunting yang masih tinggi di Kota Multatuli. Karena stunting dapat mempengaruhi pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) di Lebak.
“Kita prihatin dengan kasus stunting di Lebak yang mencapai puluhan ribu. Untuk itu kita mendorong kepada pemerintah daerah untuk memberikan langkah dan prorgam yang jelas dalam penanganan stunting,” ujarnya.
Mengenai rencana pemberian stiker di rumah penderita stunting, Bangbang mengaku tidak mempermasalahkannya. Namun, ia akan mempermasalahkan program tersebut jika ide yang diinisiasi oleh Pemkab Lebak inu tidak diiringi dengan pemenuhan gizi penderitanya.
Menurutnya, akan percuma masyarakat dipasangi stiker namun kebutuhan gizi masyarakat sendiri dibiarkan.
“Terkait rencana pemasangan stiker yang dipermasalahkan lembaga perlindungan anak karena khawatir akan mendiskriminasi anak, kita tidak masalah. Kita setuju saja. Yang tidak kita setujui ialah dimana Pemda memasang stiker dan memberikan kartu namun tanpa follow up, tanpa ada pemberian bantuan,” tegasnya.
Untuk itu, Komisi III berencana akan memanggil Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Lebak untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dan membahas masalah stunting.
Berdasarkan dari data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 ada 27.4 persen atau sekitar 27.674 anak di Kabupaten Lebak yang menderita masalah kurang gizi. Sehingga berdampak pada pertumbuhan anak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak Budi Santoso mengklaim jumlah tersebut menurun dibandingkan dengan angka stunting pada 2019 yang mencapai 40 persen. Karena itu, Pemkab berencana memasangi stiker setiap rumah penderita stunting dan juga memberikan kartu khusus agar para penderita bisa mendapatkan bantuan sosial dan prioritas pelayanan kesehatan.
“Anak penderita stunting akan kami berikan identitas, rumahnya itu akan kita tempeli stiker. Kita juga akan berikan kartu khusus agar penderita stunting bisa mendapatkan prioritas layanan kesehatan,” kata Budi. (mg-02/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
