DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Maksimalkan Sarana Pembelajaran Digital

post-img

Kepsek Diminta Tingkatkan Aktivasi Google Education

SERANG - Kepala sekolah SMP di­minta untuk terus menggenjot tenaga pengajar untuk mengaktivasi google education. Aplikasi ini disediakan Kementerian Pendidikan Budaya Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI sebagai ruang belajar mengajar digital. 

Diketahui, berdasarkan data yang tercatat di website Kemendikbud RI, tenaga pengajar di Kabupaten Serang baru 70 persen yang sudah mengaktivasi Google Education. Hal ini menjadi PR bagi kepsek untuk terus meningkatkan aktivasi tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP pada Dindikbud Kabupaten Serang Eeng Kosasih mengatakan, jumlah persentase aktivasi google education tersebut menjadi penilaian penting bagi Dindikbud Kabupaten Serang oleh Kemendikbud RI.

“Makanya, kami terus mendorong kepala sekolah untuk terus mengajak tenaga pengajar mengakses Google Education,” kata Eeng kepada Radar Banten di ruang kerjanya, Selasa (23/8).

Dijelaskan Eeng, di dalam Google Education tersebut terdapat banyak sekali basic pelajaran dan informasi pendidikan yang sangat berguna bagi kepsek maupun para guru di sekolah. “Mengaksesnya pun gratis, tapi masih ada aja yang belum mengaksesnya,” keluhnya.

Kendati demikian, Eeng memaklumi lantaran ada beberapa sekolah yang lokasinya tidak dapat mengakses internet dengan maksimal atau blank spot.

“Kendala-kendala seperti ini yang harus segera kita selesaikan agar semua sekolah di Kabupaten Serang bisa mengakses internet dengan baik,” paparnya.

Eeng mengaku, untuk terus mening­katkan kapasitas para kepsek, pihaknya mengadakan rapat koordinasi sebulan sekali dengan seluruh kepsek di Kabupaten Serang. “Waktu dan tempat­nya nya biasanya tentatif, menyesuaikan jadwal dinas,” katanya.

Kepala SMPN 1 Mancak Setiadi Suaib mengaku pihaknya belum melakukan aktivasi Google Education di website Kemendikbud RI lantaran masih tahap mempelajari sistem pelajaran di website tersebut. “Belum, tapi secepatnya bakal kami aktivasi,” pungkasnya. (drp/jek)