DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

RSUD Tangsel Buka Poli Sendi Rahang

post-img

ANATOMI: Drg Dhanni Gustiana, SpBMMF (TMJ Surgeon)., dr Hikmah Amayanti Adil, SpKFR., dan dr Faisal Reza menunjukkan contoh kerangka anatomi rahang manusia.(RBNN)

Pertama di Indonesia

TANGERANG SELATAN - RSUD Kota Tangerang Selatan membuka poli baru, yakni poli sendi rahang. Menurut Dokter pesialis bedah mulut RSUD Kota Tangsel drg Dhanni Gustiana, SpBMMF (TMJ Surgeon)., di Indonesia poli sendi rahang per­tama kali hadir di RSUD Kota Tangsel.

“Kita pertama yang membuka poli sendi rahang atau Temporo Mandibular Joint (TMC),” ujarnya dalam jumpa pers yang digelar di lantai 2 Gedung RSUD Kota Tangsel, Selasa, (23/8). 

Menurut Dhanni, persoalan penyakit pada sendi rahang selama ini ditangani se­cara umum di poli bedah mulut. “Kini (penyakit sendi rahang-red) kita tangani secara spesifik dan mendalam. Alat-alatnya kita sudah ada,” jelasnya.

Dhanni mengatakan, pembukaan poli sendi rahang ini berangkat dari ba­nyaknya masyarakat yang mengalami masalah pada sendi rahang yang ter­bilang akut. Sejumlah pasien bahkan men­derita penyakit pada rahangnya hingga menahun dan belum mendapat kesembuhan. 

“Awalnya kita pernah menerima pasien rujukan dari RS Jawa Timur yang sudah dua tahun tidak bisa membuka mulut­nya. Dari situ kita ikhtiar untuk seriusin me­nangani penyakit ini. Lalu kita buka pelayanan baru ini, “ ujar Dhanni.

Sementara itu Dokter Rehabilitasi Medik RSUD Kota Tangsel dr Hikmah Amayanti Adil, SpKFR., menambahkan bah­wa penanganan pada poli sendi ra­hang ada dua macam. Yakni, re­ha­bilitasi medi­kamen­tosa dan non medika­men­tosa.

“Untuk penanganan Medikamentosa kita berikan obat nyeri. Kalau terjadi pera­dang bisa diberi obat anti implamasi. Pada kekakuan rahang kita beri relaksasi,” ujarnya.

Kemudian dari rehabilitasi Medikamen­tosa juga bisa dilakukan pelaseran pada sen­di dengan termal sedikit, namun pe­netrasinya lebih dalam. Selain diberi obat untuk meredakan nyeri, pada se­jumlah pasien juga dapat dilakukan pe­nananganan melalui Trans Electrical Nerve Stimulation (TENS).

“Sehingga pasien lebih rileks, nyaman dan mengurangi nyeri,” ujarnya. Ditem­pat yang sama Dokter Spesialis Radiologi dan Konsultan Intervensi RSUD Kota Tang­sel, dr Faisal Reza mengatakan, untuk pemeriksaan sendi rahang melalui radiologi dilakukan dengan cara rontgen, pemeriksaan panoramik, pemeriksaan melalui USG, melalui CT Scan dan MRI.

“Nah inilah yang kita ukur dari pe­meriksaan sendi rahang,” ujarnya. (ful)