DECEMBER 9, 2022
MAMMY WOW

Awas Mom’s, Pamer Pola Asuh Anak Bisa Picu Perceraian

post-img

DARI unggahan foto dan video para selebmom di media sosial akan gaya hidup buah hatinya yang cenderung menyenangkan, bisa memicu keinginan ibu-ibu muda lainnya ikut serta menirunya.

Mulai dari pamer pola asuh, pamer memberikan MPASI serba organik, pamer metode pengasuhan, aktivitas buah hati di tempat gym hingga yang lainnya. Hal ini, tanpa disadari, memicu timbulnya depresi bahkan bisa menyebabkan perceraian bagi mereka yang begitu terobsesi mengikutinya.

Para selebmom tersebut menjalani gaya hidup dengan sokongan finansial yang tidak sedikit. Terlihat dari harga gendongan bayi, stroller bayi, mainan bayi serta aktivitas si kecil yang memakan uang hingga jutaan rupiah.

Untuk ibu muda kekinian, gaya hidup tersebut sangat terlihat sempurna. Sayang, tidak semua orang memiliki kemampuan finansial yang sama.

“Bahayanya bisa mengarah ke utang piutang, karena obsesi ingin ikutan gaya hidup itu. Bisa juga, tadinya uang untuk beli bahan dapur malah dipakai ke arah gaya hidup tersebut, malah rusak perekonomian keluarga,” papar psikolog keluarga, Sani Budiantini kepada wartawan beberapa waktu lalu di Tangerang.

Rusaknya ekonomi keluarga, juga bisa memicu depresi dan frustasi. Menurut psikolog yang praktik di kawasan Kemang, Jakarta Selatan ini, keadaan tersebut bisa berlangsung kronis hingga berdampak pada perceraian.

“Kalau sampai beda pandangan dengan suami, bisa depresi dan bertengkar lalu berujung perceraian. Kondisi keluarga jadi berantakan karena memaksakan memenuhi standar gaya hidup yang sebenarnya tidak sesuai kemampuan kita,” jelasnya.

Sani memberikan rekomendasi bagi para ibu muda untuk tetap bisa menjalani gaya hidup kekinian. Kuncinya terletak pada ide kreatif para ibu muda. “Paling utama yaitu harus kreatif dalam mencontoh gaya hidup selebmom sesuai kemampuan kita. Kalau mereka masukan anaknya di gym, kita ajak anak main engklek saja, fisik anak bisa bugar tanpa biaya mahal. Selain itu, ganti aktivitas berenang dengan menyiram tanaman bersama,” ujar dia.

Jadi, ibu-ibu muda harus lihat tujuan dan dampak baiknya apa pada anak dari gaya hidup itu. “Nah selama masih ada cara lain untuk mencapai goals tersebut, pakai cara lain yang lebih kreatif,” tukasnya. (mul/air)