DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Disnakeswan Data Ribuan Hewan Ternak

post-img

PASANG EARTAG: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak Rahmat memperhatikan penjelasan teknis pemasangan Eartag bercode di hewan ternak, Jumat (23/9). (Dok Disnakeswan)

LEBAK - Dinas Peternakan dan Ke­se­hatan hewan (Disnakeswan) Ka­bu­paten Lebak melakukan penandaan dan pendataan terhadap 3.100 hewan ternak di daerah yang di pimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini. Penandaan dan pendataan ditarget rampung hingga akhir 2022 ini.

Rinciannya, pendataan dan penandaan hewan ternak itu meliputi sapi 1.300 ekor, kerbau 1.200 ekor, kambing 300 ekor, dan domba 300 ekor.

“Target sementara tahap pertama yang kita lakukan penandaan dan pen­dataan sebanyak 3.100 ekor ternak se­perti sapi, kerbau, kambing, dan dom­­ba. Kalau sudah beres nanti kita minta lagi,” kata Kepala Disnakeswan Lebak Rahmat kepada Radar Banten, Jumat (23/9).

Penandaan dan pendataan hewan di­perlukan agar diketahui identitas hewan dan jumlah populasi yang telah divaksinasi terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk mengetahui jumlah populasi hewan, status reproduksi, serta distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi,” kata mantan Camat Cibadak ini.

Sementara itu, Kabid Produksi Disna­kes­wan Lebak Irvan Pramerta, me­ngatakan untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya telah menggelar sosia­lisasi pendataan dan penandaan ternak dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang digelar di UPTD perbibitan Disnakeswan pada Selasa (20/9).

Dalam kegiatan tersebut sosialisasi disampaikan oleh tim dari bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Banten. Penandaan dan pendataan ternak menggunakan Eartag Secure QR Code yang terhubung dengan pusat data Kementerian Pertanian melalui aplikasi IDENTIK PKH berbasis Android yang tersedia dan dapat diunduh di Play Store.

“Pemasangan Eartag ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan, serta seleksi dalam tata laksana pemeliharaan. Kementan be­kerjasama dengan Peruri untuk pe­ngadaan eartag Secure QR Code se­banyak 14.825.819 unit yang akan didis­tribusikan ke 23 provinsi di Indonesia terdampak PMK,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, kata dia, dilaksanakan juga praktik pema­sangan eartag pada ternak kerbau di Kandang UPTD Perbibitan. 

“Semoga dengan penandaan dan pen­dataan secara ditigal ini dapat mendukung optimalisasi pelaksanaan vaksinasi PMK dan seluruh kegiatan pelayanan pada ternak ruminansia di Kabupaten Lebak,” tukasnya.(nce/tur)