PASANG EARTAG: Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lebak Rahmat memperhatikan penjelasan teknis pemasangan Eartag bercode di hewan ternak, Jumat (23/9). (Dok Disnakeswan)
LEBAK - Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak melakukan penandaan dan pendataan terhadap 3.100 hewan ternak di daerah yang di pimpin Bupati Iti Octavia Jayabaya ini. Penandaan dan pendataan ditarget rampung hingga akhir 2022 ini.
Rinciannya, pendataan dan penandaan hewan ternak itu meliputi sapi 1.300 ekor, kerbau 1.200 ekor, kambing 300 ekor, dan domba 300 ekor.
“Target sementara tahap pertama yang kita lakukan penandaan dan pendataan sebanyak 3.100 ekor ternak seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba. Kalau sudah beres nanti kita minta lagi,” kata Kepala Disnakeswan Lebak Rahmat kepada Radar Banten, Jumat (23/9).
Penandaan dan pendataan hewan diperlukan agar diketahui identitas hewan dan jumlah populasi yang telah divaksinasi terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk mengetahui jumlah populasi hewan, status reproduksi, serta distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi,” kata mantan Camat Cibadak ini.
Sementara itu, Kabid Produksi Disnakeswan Lebak Irvan Pramerta, mengatakan untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya telah menggelar sosialisasi pendataan dan penandaan ternak dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang digelar di UPTD perbibitan Disnakeswan pada Selasa (20/9).
Dalam kegiatan tersebut sosialisasi disampaikan oleh tim dari bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Banten. Penandaan dan pendataan ternak menggunakan Eartag Secure QR Code yang terhubung dengan pusat data Kementerian Pertanian melalui aplikasi IDENTIK PKH berbasis Android yang tersedia dan dapat diunduh di Play Store.
“Pemasangan Eartag ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan, serta seleksi dalam tata laksana pemeliharaan. Kementan bekerjasama dengan Peruri untuk pengadaan eartag Secure QR Code sebanyak 14.825.819 unit yang akan didistribusikan ke 23 provinsi di Indonesia terdampak PMK,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, kata dia, dilaksanakan juga praktik pemasangan eartag pada ternak kerbau di Kandang UPTD Perbibitan.
“Semoga dengan penandaan dan pendataan secara ditigal ini dapat mendukung optimalisasi pelaksanaan vaksinasi PMK dan seluruh kegiatan pelayanan pada ternak ruminansia di Kabupaten Lebak,” tukasnya.(nce/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
