DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Jadi Objek Wisata di Tengah Hutan

post-img

Namanya memang Saung Karedok, namun bukan berarti sebuah warung yang menjual makanan karedok. Melainkan sebuah saung di tengah danau buatan, yang dikelilingi kawasan perkebunan duren, alpukat, jengkol dan beragam jenis tanaman lainnya.


Haidaroh - Cikeusal 


Sejuk, tenang, dan indah, begitulah kesan pertama ketika menginjakkan kaki ke Saung Karedok di Kampung Paburan Asem, Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal.

Untuk menuju Saung Karedok cukup mudah, dari Kantor Desa Sukaratu, masuk ke gang perkampungan Paburan Asem mengikuti jalan desa, menempuh jarak sekira 700 meter hingga ke kawasan perkebunan. Di sanalah Saung Karedok berada.

Di lahan seluas 7 hektare itu, Saung Karedok dibangun pada 2016 oleh seorang pengusaha ternak sapi di Lampung, Fahri Asori, warga Kecamatan Cikeusal, yang kini sukses menjalankan berbagai jenis usaha baik di bidang peternakan sapi, perkebunan, maupun otomotif.

Di kawasan Saung Karedok terdapat 430 pohon duren berbagai jenis seperti Musangkin, Lawor, Pelangi, dan Cane. Perkebunan duren ini cakupan luasnya hingga menembus ke Kampung Curug Dulang, Desa Sukaraja, Kecamatan Cikeusal.

"Saung Karedok saya bangun agar lahan yang awalnya hutan belantara ini, bisa diolah dengan berbagai tana­man produktif yang juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar," kata Fahri kepada Radar Banten, Jumat (23/9).

Fahri berencana menjadikan Saung Karedok sebagai objek wisata desa berupa agrowisata dan outbound, serta sarana rekreasi pemandangan alam bagi masyarakat. "Untuk saat ini kami masih berupaya memaksimal­kan segala potensi seperti perawatan pohon duren dan lainnya agar tumbuh subur banyak berbuah," ujarnya. 

Kepala Desa Sukaratu Riska Krisnawan menambahkan, pihaknya berencana untuk mengajak Fahri Ansori bekerja sama guna menjadikan Saung Karedok sebagai objek wisata Desa Sukaratu. "Sudah ada obrolan ke arah sana, tinggal pematangan konsep saja," ujarnya.

Riska menilai, Saung Karedok sangat berpotensi menjadi destinasi wisata yang diminati sebagai tujuan bagi warga Kota Serang bahkan Jakarta untuk healing. "Akses jalannya juga sudah bagus, hanya lebar jalan masih sempit, belum bisa dilalui dua arah berlawanan kendaraan roda empat," ungkapnya.

Kendati demikian, pihaknya beren­cana melakukan pelebaran jalan untuk memaksimalkan potensi wisata di wilayahnya. (*)