DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Masyarakat Diajak Jaga Situasi Kondusif

post-img

Pada Pilkades Serentak 2022

LEBAK - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2022 di 66 desa di Kabupaten Lebak rawan konflik. Karena itu, masyarakat diha­rap­kan proaktif untuk mengawal pesta de­mo­krasi di tingkat desa agar berjalan aman dan kondusif.

Dandim 0603 Lebak Letkol Arh Erik Novianto menyatakan, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menyukseskan Pilkades Serentak pada 13 November 2022. 

“Kita minta kepada para peserta yang hadir da­lam acara ini untuk turut mengawal pe­laksanaan Pilkades. Kita harap Pilkades nanti berjalan aman dan kondusif,” kata Dandim 0603 Lebak dalam acara bina komunikasi cegah konflik sosial yang digelar di Markas Kodim Lebak, Jumat (23/9).

Menurutnya, Pilkades melibatkan beberapa calon kades yang memiliki basis massa. Kondisi tersebut dapat menimbulkan konflik antar pen­dukung. Karena itu, calon kepala desa wa­jib menjaga keamanan dan situasi kondusif di wilayahnya masing-masing.

“Pilkades ini menjadi rawan karena dalam Pilkades nanti akan ada persaingan. Di masing-masing desa ada beberapa calon dan setiap calon memiliki basis massa pendukung. Tentu hal itu akan menimbulkan potensi pergesekan di masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu, Dandim berharap semua elemen masyarakat di Lebak untuk mengawal pe­laksa­naan Pilkades dan menciptakan pesta demokrasi yang sehat dan jauh dari konflik sosial.

“Selama ini, Lebak terkenal akan wilayah kon­dusif yang jauh dari konflik, sehingga saya berharap kondisi itu dapat terus terjaga. Jangan sampai persaingan pada Pilkades ini menjadi saling berjauhan sehingga nilai dan norma yang ada di desa-desa bisa hilang,” ucapnya.

Ketua Tim Sintelad Mabes TNI AD Letkol Arh Teungku Sony mengatakan, Mabes TNI AD secara aktif melakukan bina komunikasi dari ujung wilayah Indonesia. Bina komunikasi meli­batkan unsur mahasiswa, komunitas, orga­nisasi masyarakat, dan juga insan pers. Tujuannya guna menyambung menjalin komunikasi agar dapat menjaga kondusifitas daerah.

“Dalam kesempatan ini kita ingin me­nyam­bung komunikasi dengan seluruh komponen ma­syarakat, termasuk mahasiswa dan juga rekan pers untuk mencegah konflik sosial dan tetap menjaga kondusifitas daerah,” kata Letkol Arh Teungku Sony. 

Menurutnya, keterlibatan masyarakat cukup strategis dalam menjaga kondusifitas daerah, terlebih lagi saat ini sudah masuk ke dalam tahun politik.

“Lebak akan menggelar Pilkades. Biasanya akan menjadi pemantik konflik sehingga perlu kita waspadai. Jangan sampai pesta de­mokrasi itu menimbulkan perpecahan di masyarakat,” tukasnya. (mg-02/tur)