DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Jembatan Surianeun Kembali Rusak

post-img

MEMPERBAIKI JEMBATAN: Sejumlah warga Desa Idaman dan Surianeun memperbaiki Jembatan Surianeun yang rusak, Sabtu (22/10). (Dok warga for Radar Banten)

PANDEGLANG-Jembatan Su­­rianeun yang meng­hubungkan Desa Surianeun, Kecamatan Patia dan Idaman, Kecamatan Pagelaran, kem­bali rusak. Akibatnya, ak­tivitas masyarakat dua desa terganggu, sehingga mereka secara swadaya memperbaiki jembatan tersebut.

Diketahui, kerusakan jem­batan tersebut sudah terjadi se­jak dua tahun lalu. Sampai sekarang, belum mendapat per­hatian dari Pemkab Pan­deglang. Selama 2022, jem­batan tersebut sudah lebih dari tiga kali diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Tujuannya agar kendaraan yang melintasi lokasi tersebut tidak tergelincir dan menye­babkan kecelakaan lalu lintas.

Kepala Desa (Kades) Su­ria­neun, Kecamatan Patia, Furkon mengatakan, per­bai­kan jembatan secara swa­daya menggunakan kayu untuk menutup lubang jem­batan dengan diameter 40 sampai 100 sentimeter. Kon­disi itu, sudah terjadi se­jak lama dan belum dilakukan per­baikan secara permanen. 

“Karena khawatir kece­la­kaan, kita lakukan perbaikan se­cara swadaya bersama ma­syarakat. Ada beberapa lubang jembatan yang kita tutup pakai kayu, karena kalau dibiarkan tentunya bi­sa menyebabkan kece­la­ka­an lalu lintas, terutama pengendara sepeda motor,” katanya kepada Radar Ban­ten, kemarin.

Dia akui, sampai sekarang belum terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan pengendara terluka atau me­ninggal dunia. Namun, apabila dalam jangka panjang tidak dilakukan perbaikan, ke­celakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa bisa terjadi. Apalagi, beberapa waktu lalu ada kendaraan besar yang terjebak di atas jembatan, karena terperosok ke dalam lubang di lantai jembatan.

“Ada semingguan ke sini, mobil besar nyangkut kena lubang. Hal ini tentunya jadi gambaran bagi kita, kalau tidak segera diperbaiki, ten­tunya bisa mengancam para pengguna jembatan, ter­uta­ma para pengguna sepeda motor,” ujarnya.

Kades Idaman, Kecamatan Pagelaran Ilman mengatakan, selain badan jembatan yang dipenuhi lubang, tiang pe­nyangga jembatan juga sudah tidak kokoh. Kon­disi itu sa­ngat meng­khawatirkan, karena aktivitas di jembatan selalu ramai setiap harinya.

“Karena belum dilakukan perbaikan oleh pemerintah, ma­kanya kami lakukan per­baikan secara swadaya agar bisa mencegah terja­dinya kecelakaan. Kalau tidak di­la­kukan perbaikan, kami takut malah nanti terjadi ke­celakaan,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang Ade Muamar me­ngatakan, persoalan ter­sebut akan disampaikan ke­pada instansi terkait agar bisa dimasukan dalam prio­ritas pembangunan. “Akan kita sampaikan supaya tahun depan bisa segera diperbaiki dan masyarakat tidak lagi khawatir,” ung­kapnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pande­glang Asep Rahmat me­nga­takan, kerusakan jembatan ters­ebut akan dimasukan dalam skala prioritas pem­ba­ngunan tahun depan. “Untuk sementara, kita per­baiki dulu dengan pelat besi. Insyaallah tahun depan akan kita prioritaskan,” tukasnya. (dib/tur)