MEMPERBAIKI JEMBATAN: Sejumlah warga Desa Idaman dan Surianeun memperbaiki Jembatan Surianeun yang rusak, Sabtu (22/10). (Dok warga for Radar Banten)
PANDEGLANG-Jembatan Surianeun yang menghubungkan Desa Surianeun, Kecamatan Patia dan Idaman, Kecamatan Pagelaran, kembali rusak. Akibatnya, aktivitas masyarakat dua desa terganggu, sehingga mereka secara swadaya memperbaiki jembatan tersebut.
Diketahui, kerusakan jembatan tersebut sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Sampai sekarang, belum mendapat perhatian dari Pemkab Pandeglang. Selama 2022, jembatan tersebut sudah lebih dari tiga kali diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat. Tujuannya agar kendaraan yang melintasi lokasi tersebut tidak tergelincir dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Kepala Desa (Kades) Surianeun, Kecamatan Patia, Furkon mengatakan, perbaikan jembatan secara swadaya menggunakan kayu untuk menutup lubang jembatan dengan diameter 40 sampai 100 sentimeter. Kondisi itu, sudah terjadi sejak lama dan belum dilakukan perbaikan secara permanen.
“Karena khawatir kecelakaan, kita lakukan perbaikan secara swadaya bersama masyarakat. Ada beberapa lubang jembatan yang kita tutup pakai kayu, karena kalau dibiarkan tentunya bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas, terutama pengendara sepeda motor,” katanya kepada Radar Banten, kemarin.
Dia akui, sampai sekarang belum terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan pengendara terluka atau meninggal dunia. Namun, apabila dalam jangka panjang tidak dilakukan perbaikan, kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa bisa terjadi. Apalagi, beberapa waktu lalu ada kendaraan besar yang terjebak di atas jembatan, karena terperosok ke dalam lubang di lantai jembatan.
“Ada semingguan ke sini, mobil besar nyangkut kena lubang. Hal ini tentunya jadi gambaran bagi kita, kalau tidak segera diperbaiki, tentunya bisa mengancam para pengguna jembatan, terutama para pengguna sepeda motor,” ujarnya.
Kades Idaman, Kecamatan Pagelaran Ilman mengatakan, selain badan jembatan yang dipenuhi lubang, tiang penyangga jembatan juga sudah tidak kokoh. Kondisi itu sangat mengkhawatirkan, karena aktivitas di jembatan selalu ramai setiap harinya.
“Karena belum dilakukan perbaikan oleh pemerintah, makanya kami lakukan perbaikan secara swadaya agar bisa mencegah terjadinya kecelakaan. Kalau tidak dilakukan perbaikan, kami takut malah nanti terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Sekretaris Komisi III DPRD Pandeglang Ade Muamar mengatakan, persoalan tersebut akan disampaikan kepada instansi terkait agar bisa dimasukan dalam prioritas pembangunan. “Akan kita sampaikan supaya tahun depan bisa segera diperbaiki dan masyarakat tidak lagi khawatir,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang Asep Rahmat mengatakan, kerusakan jembatan tersebut akan dimasukan dalam skala prioritas pembangunan tahun depan. “Untuk sementara, kita perbaiki dulu dengan pelat besi. Insyaallah tahun depan akan kita prioritaskan,” tukasnya. (dib/tur)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
