KESEJAHTERAAN GURU: Sejumlah Aktivis HMI MPO Komisariat Untirta saat menggelar aksi di depan Kantor Dindikbud Kota Serang, Jumat (24/6). Dalam aksinya, mereka menuntut Dindikbud Kota Serang memperhatikan kesejahteraan guru honorer. (Fauzan/Radar Banten)
SERANG-Kesejahteran 1.821 tenaga honorer TK, SD, SMP dan operator sekolah di Kota Serang masih rendah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang dinilai abai lantaran ribuan honorer ini hanya menerima honor Rp200 hingga Rp250 ribu per bulan.
Hal itu disampaikan oleh belasan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Untirta yang berunjuk rasa di depan Kantor Dindikbud Kota Serang, Jumat (24/6) pagi.
Orator aksi, Irham Magfuri Jamas mengatakan, dari total APBD Kota Serang Rp1,4 triliun, tapi honor guru non ASN di Kota Serang hanya Rp250 ribu. “Di Kota Serang ini tidak baik-baik saja. Tidak ada itikad baik dari Pemkot Serang untuk memberikan kesejahteraan kepada guru honorer,” kata Irham.
Padahal, menurutnya, peran guru sangat penting dalam membangun sumber daya manusia (SDM). “Tanpa peran guru, bagaimana nasib generasi muda,” katanya.
Juniwan, aktivis mahasiswa lainnya, menilai guru dan tenaga honorer di sekolah masih belum mendapat honor yang layak. “Bagaimana guru honor fokus mendidik generasi muda, kalau honornya hanya Rp250 ribu per bulan,” terangnya.
Terpisah, Kepala Dindikbud Kota Serang Alpedi didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaaan Abdul Kodir mengaku tahun ini honor tenaga honorer di sekolah naik Rp50 ribu per bulan. “Guru TK itu Rp200 ribu per orang, guru SD Rp250 ribu per orang, dan guru SMP Rp250 ribu per orang,” katanya.
“Jadi, kalau diakumulasi (total-red) perhatian kepada guru honorer sampai dengan operator sekolah sekitar Rp5,4 miliar dari APBD Kota Serang,” tambah Alpedi.
Alpedi berjanji mengusulkan kenaikan honor Rp50 ribu per bulan bagi tenaga honorer pada tahun 2023. “Kewenangan kami mengusulkan. Sedangkan, keputusan ada di pimpinan,” kilahnya.
Alpedi merinci, untuk guru honorer di TK 28 orang, SD 1.109 orang, SMP 500 orang. Sementara operator sekolah berjumlah 227 orang. ”Sebelumnya (triwulan pertama tahun 2022) berjumlah 2.033 orang. Karena ada yang diterima saat seleksi CASN dan P3K maka totalnya 1.821 orang,” katanya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
