DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Dindikbud Dinilai Abai Kesejahteraan Honorer

post-img

KESEJAHTERAAN GURU: Sejumlah Aktivis HMI MPO Komisariat Untirta saat menggelar aksi di depan Kantor Dindikbud Kota Serang, Jumat (24/6). Dalam aksinya, mereka menuntut Dindikbud Kota Serang memperhatikan kesejahteraan guru honorer.  (Fauzan/Radar Banten)


SERANG-Kesejahteran 1.821 tenaga ho­norer TK, SD, SMP dan operator se­kolah di Kota Serang masih rendah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang dinilai abai lantaran ribuan honorer ini hanya menerima honor Rp200 hingga Rp250 ribu per bulan.

Hal itu disampaikan oleh belasan ma­hasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Untirta yang ber­unjuk rasa di depan Kantor Din­dikbud Kota Serang, Jumat (24/6) pagi. 

Orator aksi, Irham Magfuri Jamas me­ngatakan, dari total APBD Kota Se­rang Rp1,4 triliun, tapi honor guru non ASN di Kota Serang hanya Rp250 ribu. “Di Kota Serang ini tidak baik-baik saja. Tidak ada itikad baik dari Pemkot Serang untuk memberikan kesejahteraan kepada guru honorer,” kata Irham. 

Padahal, menurutnya, peran guru sa­ngat penting dalam membangun sum­ber daya manusia (SDM). “Tanpa peran guru, bagaimana nasib generasi muda,” katanya. 

Juniwan, aktivis mahasiswa lainnya, menilai guru dan tenaga honorer di sekolah masih belum mendapat honor yang layak. “Bagaimana guru honor fokus mendidik generasi muda, kalau honornya hanya Rp250 ribu per bulan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dindikbud Kota Serang Alpedi didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaaan Abdul Kodir mengaku tahun ini honor tenaga honorer di sekolah naik Rp50 ribu per bulan. “Guru TK itu Rp200 ribu per orang, guru SD Rp250 ribu per orang, dan guru SMP Rp250 ribu per orang,” katanya.  

“Jadi, kalau diakumulasi (total-red) perhatian kepada guru honorer sampai dengan operator sekolah sekitar Rp5,4 miliar dari APBD Kota Serang,” tambah Alpedi.

Alpedi berjanji mengusulkan ke­naikan honor Rp50 ribu per bulan ba­gi tenaga honorer pada tahun 2023. “Kewenangan kami mengusulkan. Se­dangkan, keputusan ada di pim­pinan,” kilahnya.

Alpedi merinci, untuk guru honorer di TK 28 orang, SD 1.109 orang, SMP 500 orang. Sementara operator sekolah ber­jumlah 227 orang. ”Sebelumnya (tri­wulan pertama tahun 2022) ber­jumlah 2.033 orang. Karena ada yang diterima saat seleksi CASN dan P3K ma­ka totalnya 1.821 orang,” ka­­tanya. (fdr/nda)