SERANG-Pemkot Serang terus berupaya mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk pasar digital. Hal itu penting dilakukan untuk meningkatkan daya saing agar tumbuh dan berkembang.
Data Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, terdapat 11.307 UMKM yang tersebar di enam kecamatan, yang terdiri dari 7.975 usaha mikro, 3.309 kecil, dan 23 usaha menengah.
“Dari total usaha tersebut, baru ada 7 UKM yang sudah ekspor. Ini perlu menjadi perhatian kita semua,” ujar Asda II Kota Serang Yudi Suryadi dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa Pasca Sarjana Untirta di kantor Kecamatan Cipocok Jaya, Jumat (24/6)
Yudi mengatakan, sektor UMKM dan ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi tulang punggung ekonomi di Kota Serang. Sehingga perlu dorongan dari Pemkot Serang agar dapat meningkatkan produktivitasnya. “UMKM dan Ekraf harus didorong untuk masuk ke pasar online agar dapat merambah dunia digital untuk memperoleh pasar yang lebih luas,” katanya.
UMKM Kota Serang memiliki beberapa jenis klaster, seperti Cipocokjaya dengan tempenya, Curug yakni tempe dan kerupuk tangkil, Kasemen kue satu, gipang, ikan asin, dan telor asin. “Kemudian Walantaka kerajinan tampah, Serang konveksi, dan tahu, terakhir Taktakan yaitu emping dan pengrajin emas,” terangnya.
Kata dia, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap UMKM yang ada di Kota Serang. Saat ini sudah cukup banyak UMKM yang e-commerce dengan digital marketing melalui WhatsApp Business, Shopee, Instagram, maupun facebook. “Agenda pembinaan sudah dilakukan melalui Dinkopukmperindag Kota Serang, dan ini terus gencar dilakukan,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkot Serang juga menyediakan marketplace melalui aplikasi Gelati. Aplikasi tersebut dibuat untuk memenuhi kemudahan masyarakat mendapatkan informasi tempat belanja sektor UMKM dan Ekraf apa saja yang ada di Kota Serang.
Dosen Pasca Sarjana Untirta, Rahmi Winangsih mengatakan, pembinaan pengembangan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, akademisi akan terus berkolaborasi bersama Pemkot Serang untuk mendorong UMKM go digital. “UMKM go digital ini memiliki tantangan cukup besar, sebab selama ini banyak UMKM yang belum bisa mengoptimalkan penggunaan teknologi digital terutama di bidang pemasaran,” katanya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
