DECEMBER 9, 2022
Radar Serang

Dorong Ribuan UMKM Masuk Pasar Digital

post-img

SERANG-Pemkot Serang terus berupaya mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk pasar digital. Hal itu penting dilakukan untuk meningkatkan daya saing agar tumbuh dan berkembang.

Data Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Per­dagangan (DinkopUKMperindag) Kota Serang, terdapat 11.307 UMKM yang tersebar di enam kecamatan, yang terdiri dari 7.975 usaha mikro, 3.309 kecil, dan 23 usaha menengah. 

“Dari total usaha tersebut, baru ada 7 UKM yang sudah ekspor. Ini perlu menjadi perhatian kita semua,” ujar Asda II Kota Serang Yudi Suryadi dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa Pasca Sarjana Untirta di kantor Kecamatan Cipocok Jaya, Jumat (24/6)

Yudi mengatakan, sektor UMKM dan ekonomi kreatif (Ekraf) menjadi tulang punggung ekonomi di Kota Serang. Sehingga perlu dorongan dari Pem­kot Serang agar dapat meningkatkan pro­duktivitasnya. “UMKM dan Ekraf harus didorong untuk masuk ke pasar online agar dapat merambah dunia digital untuk memperoleh pasar yang lebih luas,” katanya. 

UMKM Kota Serang memiliki beberapa jenis klaster, seperti Cipocokjaya dengan tempenya, Cu­rug yakni tempe dan kerupuk tangkil, Kasemen kue satu, gipang, ikan asin, dan telor asin. “Ke­mudian Walantaka kerajinan tampah, Serang konveksi, dan tahu, terakhir Taktakan yaitu emping dan pengrajin emas,” terangnya.

Kata dia, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap UMKM yang ada di Kota Serang. Saat ini sudah cukup banyak UMKM yang e-commerce dengan digital marketing melalui WhatsApp Business, Shopee, Instagram, maupun facebook. “Agenda pembinaan sudah dilakukan melalui Dinkopukmperindag Kota Serang, dan ini terus gencar dilakukan,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkot Serang juga menyediakan marketplace melalui aplikasi Gelati. Aplikasi tersebut dibuat untuk memenuhi kemudahan masyarakat mendapatkan informasi tempat belanja sektor UMKM dan Ekraf apa saja yang ada di Kota Serang.

Dosen Pasca Sarjana Untirta, Rahmi Winangsih mengatakan, pembinaan pengembangan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan, akademisi akan terus berkolaborasi bersama Pemkot Serang un­tuk mendorong UMKM go digital. “UMKM go di­gital ini memiliki tantangan cukup besar, sebab selama ini banyak UMKM yang belum bisa meng­optimalkan penggunaan teknologi digital ter­utama di bidang pemasaran,” katanya. (fdr/nda)