DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Hotel dan Restoran Sepakat Kurangi Plastik

post-img

JAKARTA - Sampah plastik menjadi beban bagi lingkungan. Untuk menga­tasi­nya, banyak cara bisa dilakukan. Bagi masyarakat, mengubah gaya hidup salah satunya dengan mengganti kantong plastik dengan kantong ramah lingkungan. Sementara bagi hotel dan restoran, mereka melakukan terobosan dengan jerigen daur ulang.

Dalam perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) 2022 yang jatuh bulan Juni ini, dalam kampanye JERRYGREEN, mem­fasilitasi para pelaku industri HORECA (Hotel, Restoran, Cafe) untuk mening­kat­kan pengelolaan kemasan jerigen plastik HDPE bekas pakai untuk di daur ulang.

Sedikitnya 12 mitra hotel dan restoran dan dua distributor yang tersebar di area Jakarta sepakat mengikuti program ini. 

“Selama 12 bulan kedepan dan dihar­ap­kan dapat turut mengumpulkan setidaknya 5 ribu kemasan jerigen plastik HDPE bekas pakai untuk di daur ulang, sekaligus mendukung terlaksananya praktik ekonomi sirkular yang optimal,” jelas Managing Director Kraft Heinz Indonesia & Papua New Guinea Steven Debrabandere, dalam konferensi pers, Kamis (24/6), sebagai­mana dilansir JawaPos.com.

Selain 12 hotel dan restoran, industri perhotelan, restoran, dan kafe lainnya diharapkan dapat ikut serta kampanye ini. Tujuannya difokuskan pada upaya peningkatan pengumpulan (collection) kemasan jerigen untuk di daur ulang (recycle).

Pada tahap awal peluncurannya, mitra hotel dan restoran yang berpartisi­pasi termasuk diantaranya: Aloft South Jakarta, Aloft Wahid Hasyim, The Mayflower Mariott Executive Apartment, Le Meridien Jakarta, serta JW Mariott Jakarta. Kemudian ada juga Four Points by Sheraton Thamrin, Ritz-Carlton Mega Kuningan, The Westin Jakarta, Aryaduta Suites Semanggi, Aryaduta Lippo Village, Doner Kebab, dan Abuba Steak. 

“Sehingga dunia bisnis berkolaborasi dalam pengelolaan kemasan yang bertanggung jawab menuju lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Ada dampal positif bagi bisnis yang berkelanjutan, tapi juga bagi lingkungan kita bersama,” jelas Head of Kraft Heinz Food Service Indonesia Joanna Sudharta.

Berdasarkan data SIPSN KLHK RI 2021, dari 154 kabupaten/kota se-Indo­nesia, 19,6 persen sampah dihasilkan dari kawasan perniagaan dan 16 persen dari kawasan pasar tradisional. Demi mendukung terwujudnya program Indonesia Bersih Sampah 2025, KLHK telah mengeluarkan Peraturan Menteri LHK RI Nomor 75 Tahun 2019 mengenai Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen, yang juga mencakup para pelaku usaha di bidang manufaktur, jasa makanan minuman, dan ritel.

CEO Waste4Change Bijaksana Junerosano mengatakan, industri makanan minuman serta pelaku bisnis kuliner seperti hotel dan restoran ber­peran penting dalam rantai pengelolaan kemasan. Tidak hanya itu, saat ini kita melihat adanya tren dari konsumen yang semakin menghargai para peru­sahaan yang mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. “Kami berharap langkah ini dapat semakin mengedukasi masyarakat, para pengusaha kuliner, dan pelaku industri tentang pentingnya mengelola sampah dengan bertanggung jawab,” tegasnya. (jpc/bie)