DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Belasan Orang Suspect Chikungunya di Kota Tangerang

post-img

BERSIH-BERSIH: Usai belasan orang dinyakan suspect chikungunya, sejumlah warga mulai melakukan bersih-bersih lingkungan.(RBNN)


TANGERANG - Belasan orang ter­de­tek­si suspect penyakit chikungunya di Kota Tangerang. Berdasarkan penye­lidikan yang dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan Kota Tangerang, kasus me­ngarah pada gejala klinis chikungu­nya seperti badan kaku linu, demam, pu­sing, mual, dan timbul bercak dan bintik merah di tangan kaki.

Hasil pemeriksaan darah rutin dari be­berapa pasien yang dirawat dalam batas Normal. Rata-rata yang dirawat karena lemas dan ada gejala muntah.

“Setelah kami menerima laporan war­ga, pada tanggal 21 Juli kemarin pe­tugas Puskesmas langsung mengun­jungi lang­su­ng rumah warga yang terindikasi chikungunya,” jelas Kepala Di­nas Ke­se­hatan, Dini Anggraeni, Minggu (24/7). 

Menurut Dini, petugas Puskesmas sudah menggiatkan kembali Jumantik (juru pemantau jentik) dan melakukan penyuluhan terkait PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3 M plus yakni Me­nguras, Menutup dan Mendaur Ulang barang2 yg dapat dijadikan tem­pat perindukan nyamuk Plus meng­hindari gigitan nyamuk (menjaga ke­bersihan rumah dan lingkungan).

“Dan kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epi­demiologi dan juga PSN, ” imbuhnya. 

Dini menambahkan, dari 14 yang sus­pect chikungunya rata-rata sudah men­dapatkan penanganan medis dan sudah membaik bahkan sembuh.  

Dini juga menegaskan bahwa chi­kungunya ini merupakan penyakit Self Limiting Disease (dapat sembuh sen­diri dalam kurun waktu 1-2 minggu gejala hilang dan cenderung tidak parah), maka yang diutamakan adalah pen­cegahannya agar tidak berkembang dan menular lebih banyak lagi dengan cara memberantas perindukan nyamuk se­bagai pembawa virus tersebut.

“Penyakit chikungunya disebabkan virus chikungunya yg dibawa oleh nya­muk Dengue atau nyamuk albopictus yg terinfeksi. Oleh karenanya ditekankan untuk melakukan PSN 3 M plus dan meng­hindari gigitan nyamuk serta menjaga kebersihan rumah dan ling­kungan,” tuturnya. 

Selain melakukan penyuluhan, pihak Dinkes juga melakukan pemeriksaan ke­sehatan kepada warga dan juga mem­bagikan bubuk abate untuk mem­berantas jentik nyamuk. 

“Dinas kesehatan pun telah menge­luar­kan SE terkait kewaspadaan ber­kem­bangnya penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan,“ pungkasnya. (ful)