SERANG - Pelaku seni budaya pencak silat Banten meminta perhatian dari pemerintah daerah, baik kabupaten/kota dan Provinsi Banten. Terutama, terkait dengan kesejahteraan para guru besar dan pengajar pencak silat.
Demikian terungkap dalam Sarasehan Kearifan Lokal bersama Paguron Se- Banten yang diinisiasi oleh Kebudayaan Seni Tari (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH) di Gedung Juang 45 Kota Serang, Sabtu (23/7) malam. Hadir dalam acara tersebut, Pj Gubernur Banten Al Muktabar dan Walikota Serang Syafrudin.
Ketua Umum Kesti TTKKDH Wahyu Nurjamil mengatakan, dalam pertemuan antar peguron pencak silat yang ada di Banten para perwakilan peguron mencurahkan isi hati mereka, terutama soal kesejahteraan. "Harapannya curhatan peguron tadi bisa dijabarkan dalam program untuk meningkatkan peguron yang ada di Banten," ujarnya kepada wartawan usai acara.
Pembinaan yang dilakukan oleh pimpinan dan para guru besar sering kali kurang optimal karena keterbatasan sumber daya. "Menurut kami seharusnya Pemda turun tangan membantu peguron agar bisa maksimal dalam pembinaan," katanya.
Alasan lainnya, kata Wahyu, peran para pimpinan dan guru besar di semua peguron pencak silat itu harus dihargai oleh Pemda, karena selama ini mereka melatih generasi muda agar pencak silat lestari. "Ya, penghargaan yang bisa dilakukan Pemda bisa bermacam-macam, misalkan mendapat honor bulanan," katanya.
Kemudian, bisa menjadikan pencak silat sebagi mulok dan mengambil guru silatnya dari peguron, mewajibkan hotel yang ada menampilkan pencak silat, dan lain-lain. "Intinya harus ada sinergitas antara pegiat seni budaya dan Pemda. Sehingga peguron selalu aktif dan dapat penghargaan dari Pemda," katanya.
Sementara itu Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, aspirasi yang disampaikan oleh para guru besar di peguron pencak silat di Banten akan menjadi salah satu isu yang akan dirumuskan oleh pemda. "Itu bagian yang akan kita rumuskan. Kita akan komunikasi dengan kabupaten kota," katanya.
"Tidak hanya pemprov Banten, hal itu juga akan dikomunikasikan dengan pemerintah di tingkat kabupaten dan kota di Banten," tambah Al Muktabar.
Al Muktabar berharap, pembinaan pesilat dilakukan secara berjenjang dari tingkat paling bawah, misalkan kelurahan/ desa sampai dengan tingkat nasional atau bila memungkinkan tingkat internasional. "Nanti provinsi akan buat event di tingkat provinsi. Secara berjenjang," katanya.
Sementara Walikota Serang Syafrudin menuturkan, silat sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Saat ini ada 32 peguron silat di Kota Serang. Dengan adanya sarasehan ini diharapkan para pendekar bersatu padu. "Dahulu kiyai identik dengan jawara ahli silat bertujuan menjaga kondusifitas daerahnya masing-masing," katanya.
"Ya, bukan gagah-gagahan mementaskan kehebatan tetapi wadah persatuan dan kesatuan Banten," tambah Syafrudin.
Ia mengatakan, dahulu peguron yang berada di depan melawan penjajah. Sekarang ini juga kalau ada suasana tidak kondusif maka peguron yang akan mengamankan. "Alhamdulillah saat ini Kota Serang kondusif. Ini menunjukkan para pesilat di Banten bersatu bersama untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas," terangnya. (fdr/nda)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
