DECEMBER 9, 2022
Kab Serang

Petani Kopi di Ciomas Dilatih Produksi Kopi Berkualitas

post-img

CIOMAS - Petani kopi di Desa Cemplang, Kecamatan Ciomas, dilatih produksi kopi berkualitas tinggi oleh dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Pelatihan sekaligus pendampingan ini guna menciptakan kualitas kopi terbaik. 

Selain itu, para petani mendapatkan pembinaan dan bantuan dalam mengurus sertifikat dan label halal produk UMKM.

Pelatihan ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat IPB pada program Dosen Pulang Kampung. Acara berlangsung pada 23-24 Juli 2022, di aula Kantor Desa Cemplang. 

Turut hadir Sekretaris Camat Ciomas Imas Masruroh, Kades Cemplang Agus, Babinsa Serda Andin Rahmat Hidayat serta para dosen IPB Akhmad Endang Zainal Hasan, Khaswar Syamsu yang juga Direktur Halal Center LPPM IPB dan Dimas Andrianto.

Dosen IPB Endang Zainal mengatakan, kecamatan Ciomas terutama di Desa Cemplang memiliki potensi produk kopi yang tinggi. Hal ini harus dimaksimalkan agar Ciomas memiliki produk kopi yang bisa dipasarkan secara nasional dan global.

“Kami lakukan sosialisasi terkait penyer­bukan silang tanaman kopi oleh lebah agar kualitas biji kopi yang dihasilkan lebih bagus dan banyak,” kata Zaenal kepada Radar Banten di lokasi acara, Sabtu (23/7).

Dijelaskan Zainal, jenis lebah yang akan dimanfaatkan untuk penyerbukan silang ialah lebah apis cerana dan tri tetragonula atau trigona agar buah atau biji kopi lebih besar dan kandungan gula larut lebih banyak.

“Tanaman kopi di Desa Cemplang ini kan masih menyatu dengan pepohonan lain, jadi nanti kita tinggal pasang sarang lebah di beberapa lokasi berbeda,” jelasnya.

Ke depan, lanjut Zainal, produk olahan kopi robusta warga Desa Cemplang akan memiliki rasa khas tersendiri sehingga mampu bersaing di pasar nasional.

“Nanti kami bantu packaging-nya, label halalnya, sampai pemasarannya,” ungkap dosen yang merupakan asli warga Ciomas itu.

Kepala Desa Cemplang Agus menambah­kan, luas lahan tanaman kopi di wilayahnya diperkirakan seluas satu hektar. Selama ini warga hanya bisa memanen kopi tapi belum tahu cara mengolahnya.

“Dengan kegiatan dosen pulang kampung ini kami sangat terbantu, kita bisa buat produk olahan kopi asli Ciomas nanti,” tambahnya. 

Agus memastikan, pihaknya akan mendukung penuh program olahan produk kopi ini. Bahkan, pihaknya juga akan melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar produk kopi ini memiliki payung hukum dan bisa dipasarkan secara luas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Ciomas Imas Masruroh mengungkapkan, wilayahnya memiliki beragam potensi produk UMKM seperti gula merah semut, emping, jeruk, hingga cengkeh.

“Semoga dengan bimbingan dan pendampingan bersama dosen IPB ini bisa membawa produk UMKM di Ciomas hingga dipasarkan secara nasional,” harapnya. (drp/bie)