DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

313 SD Tak Miliki Perpustakaan

post-img

IKUTI KBM: Siswa SDN 2 Giriharja, Kecamatan Cipanas mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya. 

LEBAK – Sebanyak 313 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lebak belum me­miliki gedung perpustakaan sekolah. Dari total 778 SD yang ada, baru sekitar 65 persen sekolah yang telah memiliki fasilitas perpustakaan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa masih kesulitan mengakses bahan bacaan yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Padahal, keberadaan perpustakaan sekolah menjadi salah satu fasilitas penting dalam meningkatkan literasi dan wawasan peserta didik.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak, Sahril Apani, mengatakan pemba­ngu­nan gedung perpustakaan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran mem­buat pembangunan harus dila­kukan secara bertahap.

“Masih banyak SD yang belum memiliki bangunan perpustakaan, tepatnya 313 SD. Baru sekitar 65 persen sekolah dasar di Lebak yang telah memiliki bangunan perpustakaan dari 778 SD. Namun, kami tetap berko­mit­men membangun gedung perpus­takaan secara bertahap,” katanya.

Menurut Sahril, pemerintah daerah ha­rus menentukan skala prioritas dalam pembangunan fasilitas pendi­dikan. Saat ini, kebutuhan ruang kelas masih menjadi perhatian utama karena masih terdapat sekolah yang keku­rangan ruang belajar.

“Perpustakaan memang penting, te­tapi ruang kelas lebih penting lagi ka­rena masih banyak yang kurang. Na­mun, kami juga mengimbau sekolah yang belum memiliki perpustakaan agar menyediakan sudut baca sehingga siswa tetap bisa memanfaatkan buku sebagai referensi,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpustakaan me­­ru­pakan sarana penunjang pendi­dikan yang memiliki peran penting da­lam membangun budaya literasi. Karena itu, ke depan seluruh sekolah di berbagai jenjang diharapkan memi­liki fasilitas perpustakaan yang layak.

“Karena keterbatasan anggaran, pembangunan perpustakaan tidak bisa dilakukan sekaligus. Namun, saya yakin dalam beberapa tahun ke depan semua sekolah dapat memilikinya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Le­bak M Agil Zulfikar mengatakan, keberadaan ruang perpustakaan yang representatif sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan penge­tahuan peserta didik.

Menurutnya, perpustakaan yang nya­man dapat mendorong siswa lebih ter­tarik membaca dan menjadikan ke­giatan literasi sebagai kebiasaan positif di sekolah.

“Tentunya dengan ruangan perpusta­kaan yang representatif, siswa dapat lebih fokus, tenang, dan mau berlama-lama di perpustakaan. Karena itu, kami berharap pembangunan ruang perpustakaan dapat dilakukan secara bertahap di semua sekolah,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra itu mene­gaskan, peningkatan budaya membaca menjadi salah satu kunci mencetak generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing. “Tingginya minat baca generasi muda akan menjadi pemantik tumbuhnya generasi berkua­litas dan berdaya saing global. Karena itu, saya akan terus mendorong agar Pemkab menyediakan anggaran untuk pengadaan gedung perpustakaan di sekolah,” katanya.(nce/mas)