IKUTI KBM: Siswa SDN 2 Giriharja, Kecamatan Cipanas mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya.
LEBAK – Sebanyak 313 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lebak belum memiliki gedung perpustakaan sekolah. Dari total 778 SD yang ada, baru sekitar 65 persen sekolah yang telah memiliki fasilitas perpustakaan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah siswa masih kesulitan mengakses bahan bacaan yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Padahal, keberadaan perpustakaan sekolah menjadi salah satu fasilitas penting dalam meningkatkan literasi dan wawasan peserta didik.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Lebak, Sahril Apani, mengatakan pembangunan gedung perpustakaan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan harus dilakukan secara bertahap.
“Masih banyak SD yang belum memiliki bangunan perpustakaan, tepatnya 313 SD. Baru sekitar 65 persen sekolah dasar di Lebak yang telah memiliki bangunan perpustakaan dari 778 SD. Namun, kami tetap berkomitmen membangun gedung perpustakaan secara bertahap,” katanya.
Menurut Sahril, pemerintah daerah harus menentukan skala prioritas dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Saat ini, kebutuhan ruang kelas masih menjadi perhatian utama karena masih terdapat sekolah yang kekurangan ruang belajar.
“Perpustakaan memang penting, tetapi ruang kelas lebih penting lagi karena masih banyak yang kurang. Namun, kami juga mengimbau sekolah yang belum memiliki perpustakaan agar menyediakan sudut baca sehingga siswa tetap bisa memanfaatkan buku sebagai referensi,” ujarnya.
Ia menambahkan, perpustakaan merupakan sarana penunjang pendidikan yang memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi. Karena itu, ke depan seluruh sekolah di berbagai jenjang diharapkan memiliki fasilitas perpustakaan yang layak.
“Karena keterbatasan anggaran, pembangunan perpustakaan tidak bisa dilakukan sekaligus. Namun, saya yakin dalam beberapa tahun ke depan semua sekolah dapat memilikinya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lebak M Agil Zulfikar mengatakan, keberadaan ruang perpustakaan yang representatif sangat penting untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan peserta didik.
Menurutnya, perpustakaan yang nyaman dapat mendorong siswa lebih tertarik membaca dan menjadikan kegiatan literasi sebagai kebiasaan positif di sekolah.
“Tentunya dengan ruangan perpustakaan yang representatif, siswa dapat lebih fokus, tenang, dan mau berlama-lama di perpustakaan. Karena itu, kami berharap pembangunan ruang perpustakaan dapat dilakukan secara bertahap di semua sekolah,” ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan, peningkatan budaya membaca menjadi salah satu kunci mencetak generasi muda yang berkualitas dan mampu bersaing. “Tingginya minat baca generasi muda akan menjadi pemantik tumbuhnya generasi berkualitas dan berdaya saing global. Karena itu, saya akan terus mendorong agar Pemkab menyediakan anggaran untuk pengadaan gedung perpustakaan di sekolah,” katanya.(nce/mas)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GEN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
