DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Pemerintah Siapkan Internet di 20 Ribu Desa

post-img

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan 17,2 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah terdigitalisasi sampai Januari 2022. Transformasi UMKM ke platform digital meningkat seiring dengan pandemi Covid-19. 

“Kami percaya bahwa digitalisasi akan membuat transaksi UMKM lebih mudah dilakukan, memungkinkan mereka untuk mengakses pasar baru, dan juga memung­kinkan UMKM untuk menjalankan bisnis mereka dengan lebih efisien,” kata Sri Mulyani pada Konferensi Keuangan Islam Tahunan ke-6 yang dipantau di Jakarta, Rabu (24/8).

Menkeu juga menyebut, bahwa pada 2024 mendatang pihaknya menargetkan sebanyak 40 juta UMKM telah terdigitalisasi. Oleh sebab itu, pihaknya mengaku akan mem­berikan perhatian khusus salah satunya de­ngan pembangunan satelit Palapa Ring dan Based Transceiver Station (BTS) untuk menghubungkan internet di 20.000 desa di Indonesia.

Tak hanya itu pihaknya juga akan mendorong peningkatan kapasitas UMKM dengan dukungan sejumlah pihak. Meliputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha swasta besar. “Dukungan pemerintah tentunya tidak akan cukup untuk mendukung dan mem­berdayakan UMKM, maka kita perlu juga menyusun strategi dan meningkatkan sinergi dan koordinasi de­ngan sektor publik, akade­misi, dan sektor swasta,” ucap Sri Mulyani seba­gaimana diberitakan JawaPos.com.

Sri Mulyani ber­harap, digitalisasi juga diha­rapkan dapat mempermudah UMKM meng­akses pembiayaan formal karena masih ba­nyak pengusaha kecil membutuhkan tam­bahan dana. Salah satunya untuk modal kerja.

Dalam hal itu, ia menyebut, pemerintah telah menyediakan platform pembiayaan UMKM seperti Kredit Usaha Rakyat dan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang sampai semester I 2022 telah disalurkan kepada 3,79 juta UMKM.

“Kami juga menyediakan alokasi pembiayaan dalam skema syariah yang juga dapat menjadi pilihan bagi UMKM. Dari total alokasi KUR di 2022 sekitar Rp 313,7 triliun, kami telah mengalokasikan untuk pembiayaan (KUR) skema syariah sebesar Rp 20,7 triliun,” tukasnya. (jpc/bie)