DECEMBER 9, 2022
Love Story - Inspirasi

Cinta Sejati Kandas, Kantong Duda Lebih Jelas

post-img

Leti (28) tak bisa membendung perasaan cinta kepada Sueb (30) bukan nama sebanarnya. Tapi hubungan mereka tak direstui karena Sueb miskin. Akhirnya Leti pun menikah dengan duda yang punya harta.Astaga.

kejadian ini berlangsung delapan tahun lalu. Saat si cantik jelita Leti baru masuk kuliah dan sedang giat-giatnya belajar. Sedangkan Sueb saat itu tak kuliah dan bekerja serabutan di pasar.

Namun, selayaknya ibu yang sangat menyayangi buah hati, ibu Leti tak pernah berkata secara langsung kepada Leti soal penolakan itu. Ia berusaha membiarkan anaknya mencari jalan hidupnya sendiri, termasuk urusan cinta.

Tapi berbeda dengan sang ayah yang secara terang-terangan menolak Sueb sejak pertama kali mereka ketahuan pacaran. Masalahnya, apalagi kalau bukan soal status sosial.

Maklumlah, ayah Leti seorang pensiunan perusahaan besar dan terkenal di Cilegon, belum lagi usaha bengkel mobil dan kontrakan. Membuat statusnya dipandang orang-orang kampung, mobilnya saja tiga. Keluarga mereka juga terkenal sering menjadi donatur pembangunan masjid.

Kendati tak diizinkan pacaran, kata Leti, waktu itu ia tetap menjalin hubungan dengan Sueb secara diam-diam. Setiap pulang sekolah, Leti dan Sueb menikmati waktu melepas rindu dengan duduk berduaan di warung bakso. Kadang mereka juga pulang sekolah berdua.

Kata Leti, Sueb lelaki yang baik, rajin ibadah, dan berprestasi di sekolah. “Di masjid juga dia mah enggak pernah ketinggalan solat jamaahnya.” Terang Leti.

Setiap bertemu atau berpapasan dengan teman atau kerabat di jalan, Sueb selalu menyapa dengan senyum ramah. Namun sikap baik Sueb ternyata tak cukup mempu untuk meluluhkan hati ayah sang kekasih.

Sampai suatu hari, ada tetangga yang melapor ke orangtua kalau Leti sering terlihat berduaan dengan Sueb. Sepulang sekolah Leti dimarahi habis-habisan sampai nangis.

“Kalau bapak sudah marah, saya juga takut, enggak ada yang bisa melawan,” akunya.

Karena shock dimarahi, Leti sampai sakit dan tak masuk sekolah. Padahal sebentar lagi akan UAS dan kenaikan kelas. Besoknya Sueb datang menjenguk sendirian, ibarat masuk lubang buaya, habisnya ia dimarahi. 

“Saya sudah coba ngomong baik-baik ke bapak supaya jangan kasar ke Sueb, malah saya yang dibentak,” kata Leti.

Sejak itu, Sueb dan Leti jadi jarang berduaan lagi. Sepulang sekolah Leti harus ada di rumah, belajar dan ikut bersama kelas les tambahan.

Singkat cerita Leti dan Sueb lulus sekolah. 

Leti diterima kuliah di kampus ternama di Kota Serang, sedangkan Sueb masih kerja di pasar sambil mencari lowongan pekerjaan di pabrik.

Setahun kemudian, Leti tak semangat kuliah, kesehariannya lebih banyak di rumah. Bahkan Leti jadi sering menanyakan terkait pernikahan. Hingga satu jari, Leti pulang bersama Sueb. Mereka berdua menyampaikan niat baik kalau ingin menikah, bahkan Sueb sudah membawa cincin lamaran yang bakal ia serahkan ke Leti. 

Bagai sumbu disulut api, ayah Leti langsung ngamuk, bukan hanya penolakan, tapi juga peng­hinaan yang diberikan atas jawaban dari lamaran Sueb.

“Kang Sueb udah nyerah, dia enggak mau lagi sama saya,” katanya.

Sebulan kemudian, Leti dinikahkan dengan duda kaya, usianya sekitar kepala empat, sudah punya rumah dan usaha jual beli mobil bekas. Sekarang Leti hidup bahagia dan dikaruniai dua anak bersama sang duda.

Ya ampun kisah asmara yang perih tapi berakhir bahagia, semoga Kang Sueb juga segera menemukan jodohnya. amin. (drp)