DECEMBER 9, 2022
Bisnis - Peluang Usaha

Kuasi Pasar dengan Kearifan Lokal

post-img

JAKARTA – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan, keragaman budaya, kearifan lokal, serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia tidak ha­­nya mampu menginspirasi dunia, te­tapi juga dapat menguasai pasar global, salah satunya di sektor fesyen muslim  In­­do­ne­sia. Keunggulan dan  potensi  yang  di­­mi­liki  menjadi  kunci  untuk  me­­­­wu­­jud­­kan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia di tahun 2024.

Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan pada acara Road to Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023, Fashion Show & Dialog bertajuk “From Local Wisdom to Global Inspiration” yang ber­lang­­sung di Kantor Kementerian Perdagangan, Selasa (23/8). Kegiatan itu terlaksana atas kerja sama berbagai pihak , antara lain Mustika Ratu, Yayasan Putri Indonesia, Indonesian Fashion Cham­ber, dan sejumlah jenama fesyen ternama Indonesia.

“Dengan potensi keragaman budaya, kearifan lokal, serta sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia, kita tidakhanya mampu menginspirasi dunia, namun juga dapat menguasai pasar global. 

Bera­gam kain tradisional Indonesia dengan nilai filosofis menjadi sumber kreativitas bagi para desainer dan pelaku usaha fes­yen muslim Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Inilah yang men­jadi kunci untuk mewujdukan Indo­nesia sebagai sebagai kiblat fesyen mus­lim dunia di tahun 2024,” tegas Men­dag dikutip dari siaran pers.

Selain itu, Mendag menjelaskan, potensi pasar fesyen muslim dan modest fashion sangat besar. Ada dua yang mendorong agar kiprah Indonesia harus lebih besar lagi di sektor fesyen muslim dan modest fashion. Pertama, populasi muslim dunia setara 25 persen total populasi dunia. Pada 2060, jumlahnya diprediksi mening­kat menjadi 30 persen populasi global. Kedua, daya beli produk modest fashion meningkat 6,1 persen dalam empat tahun terakhir dan diperkirakanterus meningkat sejalan dengan pertumbuhan jumlah konsumen/populasi.

Sementara itu, Acara Road to JMFW 2023 Fashion Show & Dialog menampilkan pagelaran busana delapan jenama fesyen muslim kebanggaan Indonesia yaitu Kami, Ria Miranda, IKYK, Ivan Gunawan, Nada Puspita, Wearing Klamby, Khanaan, serta ButtonscarvesxBenang Jarum. 

Selain pagelaran busana, Mendag Zulkifli Hasan juga melakukan dialog dengan para desainer dari delapan  jenama  ter­se­but  mengenai  per­kem­bangan  in­dustri  fesyen muslim Indonesia, pe­­­­ngem­­­­bangan kompetensi sumber daya desainer dan pelaku usaha fesyen muslim Indonesia, serta dukungan dan peran Kementerian Perdagangan guna mewujudkan Indonesia sebagai pusat fesyen muslim dunia melalui Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2023.

Mendag  Zulkifli  Hasanmengajak  para  pe­mangku kepentingan terkait untuk  ber­­sinergi dan berkolaborasi dalam me­nyuk­­seskan JMFW guna mewujudkan In­­do­­nesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia.

JMFW merupakan platform yang dibentuk Kementerian Perdagangan melalui Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mengem­bangkan fesyen muslim Indonesia.

Rangkaian Road to JMFW 2023 telah dimulai sejak April hingga September 2022 melalui berbagai kegiatan. Ini men­jadi salah satu bentuk komitmen Ke­menterian Perdagangan dalam men­do­rong jenama fesyen muslim Indonesia untuk bisa menembus pasar ekspor. Pun­cak penyelenggaraan JMFW tahun ini akan dilaksanakan pada 20-22 Oktober 2022 bersamaan dengan perhelatan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-37 Tahun 2022 yang bertempat di ICE BSD, Tangerang, Banten. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor fesyen muslim pada semester I tahun 2022 tercatat sebesar 2,85 miliar dolar AS atau naik 39,86 per­sen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 2,04 miliar dolar AS . Sedangkan tahun 2021, ekspor fesyen muslim Indonesia tercatat sebesar 4,68 miliar dolar AS atau naik 12,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 4,16 miliar dolar AS. 

Namun, Indonesia masih beradapada posisi ke-13 eksportir pakaian muslim dunia, dengan pangsa berkisar 1,86 persen, atau berada di bawah RRT, Bangladesh, dan Vietnam.Adapun lima besar negara tujuan ekspor fesyen muslim Indonesia yaitu Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Kanada, dan Korea Selatan.  Hal tersebut menun­jukkan bahwa konsumsi fesyen muslim tidak selalu di negara-negara Asia dan Afrika, tetapi juga di Amerika dan Eropa. (bie)