Mona (41) nama samaran sudah tidak tahan dengan sifat kedua orangtua yang mematok mahar tinggi bagi lelaki yang ingin menikahinya. Beberapa lelaki pun mundur balik kanan, hingga datanglah duda tajir dan masih muda yang menyanggupi, kita panggil saja namanya Udin (44).
Ditemui Radar Banten di salah satu rumah makan di Kecamatan Cibeber, siang itu, Senin (27/7) Mona tampak baru selesai makan dengan temannya. Saat diajak mengobrol, ibu satu anak ini curhat soal pengalamannya mencari cinta.
Katanya sih dulu Mona merasa terkekan karena kedua orangtuanya pernah punya prinsip, kalau menikah hanya karena persoalan cinta tanpa dibarengi materi, pasti sulit merasakan kebahagiaan. Soalnya, banyak tetangga yang merasakan hal itu.
“Orangtua saya tuh hati-hati banget milih suami buat anaknya,” kata Mona.
Apalagi, Mona juga dikaruniai wajah cantik dan bodi lumayan seksi. Katanya sih ia dulu kembang desa, banyak rekan bapaknya yang datang ke rumah mengajak jadi besanan, tapi karena faktor ekonomi yang kurang, banyak lelaki yang ditolak mentah-mentah. “Bapak tuh emang suka ngatur-ngatur soal jodoh anaknya,” katanya.
Bahkan, setelah lulus SMA, setiap bulan selalu ada saja tamu yang datang. Awalnya sih cuma silaturahmi, ujung-ujungnya menanyakan Mona yang kapan menikah, dan berharap bisa menikah dengan anak lelaki teman bapaknya.
Padahal waktu itu banyak teman Mona yang sudah menikah dan punya anak. Tapi Mona masih asik sendiri dan fokus bekerja sebagai karyawan pabrik di daerah Cilegon. Satu-satunya lelaki yang dekat dengannya bahkan sering antar pulang pergi kerja ialah saudaranya sendiri. “Di tempat kerja juga banyak yang deketin, tapi sayanya biasa aja, soalnya enggak mau bikin sakit hati kalau tahu orangtua saya punya patokan soal materi,” katanya. Duh.
Katanya, orangtua Mona mencari lelaki mapan dan tampan yang datang melamar. Tapi hal itu tak kunjung ia dapatkan, ada yang tampan dan mapan tapi sudah berkeluarga. “Banyak yang punya anak istri ngedektin, tapi masa iya saya harus ngerusak rumah tangga orang,” ujarnya.
Semakin lama, omongan miring soal keluarga Mona yang matre pun menyebar kemana-mana, tak ada lagi lelaki yang datang melamar Mona. Kedua orangtua dan kekuarga pun mulai was-was melihat Mona yang masih sendiri. “Bapak sama ibu mulai bawel, setiap hari nanyain terus kapan nikah, tapi ya itu, mintanya harus lelaki kaya,” katanya.
Awalnya Mona biasa saja dan menganggap omongan orangtuanya cuma angin lalu. Tapi lama-kelamaan, ia mulai merasa takut. Ia berpikir, teman-temannya yang wajah dan penampilannya biasa saja sudah punya suami, sedangkan dirinya yang sering perawatan ke salon seminggu sekali, malah belum berumah tangga.
Bagai menjilat ludah sendiri, Mona beberapa kali mencoba membuka diri dan membangun komunikasi lagi dengan mantan-mantan atau lelaki yang pernah ditolaknya. Tapi karena mungkin sudah kecewa dengan sikap Mona yang dulu, mereka seolah balas dendam dengan menunjukkan foto berdua dengan pasangannya. “Malah ada yang ngasih undnagan pernikahan,” akunya.
Akhirnya, keajaiban itu datang, seorang duda kaya datang melamar Mona. Udin sudah punya toko beras, mobil dan rumah sendiri. Istrinya meninggal saat melahirkan bersama si bayi.
Udin dan Mona pun menikah, ia memberikan mahar emas 40 gram dan uang Rp20 juta. Sejak berumah tangga, Mona pun berenti bekerja dari pabrik, kehidupan ekonomi mereka tercukupi. “Sekarang mah saya enggak mau neko-neko, bersyukur aja sama Kang Udin,” katanya.
Semoga langgeng ya Teh. (drp)
Banten Hari Ini
- Utama
- Kab Serang
- Radar Serang
- Pandeglang
- Lebak - Viral
- Tangerang - Viral
- Olahraga
- Hukrim
- Love Story - Inspirasi
- Bisnis - Peluang Usaha
- Sambungan
- Cilegon
- Trendy
- Proud
- Cover Story
- Pesona Indonesia
- Legacy
- Kelurahan
- 18 PLUS
- MAMMY WOW
- ADVERTORIAL WARNA
- LRLA KOTA SERANG
- ADVERTORIAL BW
- KESEHATAN
- DP3AP2KB Kota Cilegon
- RADAR TRAVEL
- LPPD Tangerang
- 18 PLUS+
- ADV Pemkab Tangerang
- MOVIES
- PUPR LEBAK
- ADV PEMKAB PANDEGLANG
- GAN RB
- Serba Serbi Ramadan
- ADV PEMKAB PANDEGLANG 2
- HOBBY
- RAKYAT MEMILIH
- Potret Cilegon
- VIRAL
- LKBA Kabupaten Serang
- Academia Untirta
- INFO BHAYANGKARA
- INFO ADHYAKSA
