DECEMBER 9, 2022
Tangerang - Viral

Siska, Milenial yang Lebih Tertarik Bisnis Kafe Ketimbang Jadi Pegawai Kantoran

post-img

KOPI: Siska Ayu Senda menunjukkan minuman kopi racikannya dari biji kopi. (RBNN)


JAKARTA - Usianya baru 28 tahun. Namun Siska Ayu Senda kini telah memiliki dua kafe di ka­wasan Jakarta dan Bekasi. Kafe­nya sendiri ia namai KopiSend yang menawarkan ber­bagai varian mi­numan kopi.

Menurut Siska, sejak dibangku ku­liah ia sudah tertarik bekerja se­bagai barista di kafe shop. Se­hingga saat masih kuliah di Uni­versitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, ia mulai mempelajari cara kerja barista.

“Jadi saya kuliah sambil kerja jadi barista. pindah-pindah sampai 3 kafe. Karena biaya kuliah murah, jadi uangnya buat jajan,” ujarnya, Senin (25/7). Menurut gadis ber­darah minang ini, sejak saat itu ia mulai menekuni dunia barista dan perkopian.

Sehabis kuliah di Fakultas Per­tanian jurusan Agribisnis Uni­versitas Andalas, ia hijrah ke Jakarta dan tetap menekuni pekerjaan se­bagai barista di kafe Jakarta. 

Namun, bekerja sebagai barista d­engan titel Sarajana awalnya di­tentang keras orangtuanya yang le­bih menginginkan Siska bekerja se­bagai pegawai kantoran.

“Ya kalau orangtua kan gak muluk-muluk ya, pinginnya anak­nya kalau bisa jadi pegawai kan­toran. Orangtua kan gak tau barista itu apa. Tapi ya rejekinya di kafe shop lagi,” jelasnya. 

Setelah empat tahun bekerja se­bagai karyawan kafe dan dirasa memiliki cukup pengalaman, ia kemudian memutuskan untuk men­coba peruntungan membuka kafe sendiri. Rupanya niatnya men­jadi owner kafe didukung pe­nuh oleh kakak kandungnya. 

Dalam perjalanannya ia juga men­dapat rekanan yang men­du­kung modal usaha pendirian ka­fenya. “Awalnya mendirikan kafe nekat aja sih. Dan sebenernya mo­dalnya juga dari orangtua yang mulai mendukung usaha saya, ka­rena saya bisa membuktikan ke orangtua (kerja keras dan usaha­nya-red),” ujarnya. 

Usaha mendirikan kafe sendiri lanjut Siska, diawal-awal juga tidak ber­jalan mulus. Sebab saat itu diak­hir tahun 2019, Covid-19 me­landa Indonesia yang berdampak pada lesunya perekonomian masyarakat.

“Alhamdulilah sekarang udah 3 tahun berjalan. Sudah bisa sur­vive dan sudah balik modal se­ta­hun yang lalu,” tandasnya. Kini, Siska mengaku, berambisi untuk mem­buka kafe ketiganya dan akan kembali mempekerjakan beberapa orang terdekatnya. 

“Ya salah satu tujuan saya ber­bisnis ingin mempekerjakan orang. Mmudah-mudahan secepatnya bisa buka cabang. Tapi dilihat lagi apakah sudah siap atau belum,” tandasnya. (ful)