DECEMBER 9, 2022
Lebak - Viral

Jembatan Gantung di Cipanas Diperbaiki

post-img

DDIPERBAIKI: Pemkab Lebak memperbaiki jembatan gantung di Kampung Cuping, Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas, kemarin.

LEBAK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak memperbaiki jembatan gantung di Kampung Cuping, Desa Haur Gajrug, Kecamatan Cipanas. Jembatan penghubung Kampung Cuping dan Nangerang ini diperbaiki setelah rusak akibat putusnya tali seling, sehingga membuat jembatan itu tidak bisa digunakan.

“Ya, perbaikan sudah mulai dilakukan. Insyaallah awal Oktober sudah bisa kembali digunakan,” kata Kepala Dinas PUPR Lebak Irvan Sayutupika kepada Radar Banten, Kamis (25/8).

Dijelaskannya, PUPR perbaikan jembatan gantung diprediksi akan membutuhkan waktu dua minggu dan anggaran kurang lebih Rp250 juta. 

“Untuk perbaikan jembatan, kita gunakan Bia­ya Tidak Terduga (BTT) dengan estimasi biaya sekitar Rp250 juta. Namun jumlah pastinya akan kita evaluasi setelah pengerjan selesai,” jelasnya.

Perbaikan sendiri dilakukan dengan mengganti tali seling vertikal yang sebelumnya putus. Selain itu, memasang tambahan tali seling horizontal di jembatan. Selanjutnya, PUPR juga turut mem­perbaiki lantai jembatan yang rusak maupun keropos.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Ben­cana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, berdasarkan pantauan rela­wan BPBD di lapangan, progres pengerjaan jem­batan sudah mencapai 75 persen. Kini jem­batan itu sudah dapat dilalui oleh pejalan kaki.

“Alhamdulillah jembatan ini sudah bisa dilalui pejalan kaki. Tapi kami minta untuk tetap bergantian. Karena kondisi jembatan yang masih miring dan pengerjaannya belum selesai 100 persen,” harapnya.

Pengerjaan jembatan akan dipercepat dengan target awal Oktober sudah selesai 100 persen. Mengingat fungsi jembatan itu merupakan akses utama warga, khususnya anak-anak sekolah untuk berangkat ke sekolah.

“Sebetulnya jembatan ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan motor. Tapi kita minta kepada relawan setempat untuk tidak dulu. Jadi sementara hanya untuk pejalan kaki saja,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, jembatan gantung yang melintasi aliran Sungai Ciberang ini putus pada Kamis (28/7) lalu. Putusnya tali seling jembatan menarik perhatian, karena membuat sejumlah anak sekolah terpaksa harus menyeberangi aliran Sungai Ciberang menggunakan rakit saat berangkat sekolah.  

BPBD Lebak kemudian menyediakan perahu karet di aliran Sungai Ciberang guna membantu mobilitas warga, khususnya anak sekolah.

“Sekarang perahu karetnya sudah kita tarik. Warga dan anak sekolah bisa kembali meng­gunakan jembatan. Namun kita minta untuk bergantian, jangan semuanya atau ramai-ramai menggunakan jembatan karena jembatan ini masih belum selesai diperbaiki,” pungkas Febby. (mg-02/tur)