DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Mantan Napiter Produksi Pupuk Organik

post-img

PANDEGLANG - Mantan narapidana terorisme (Napiter) yang tergabung dalam Koperasi Bina Insaf Mandiri (BIM) memproduksi pupuk organik dari limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash) PT Indonesia Power. Limbah FABA merupakan abu sisa pembakaran ba­tu bara pada Pembangkit Listrik Te­naga Uap (PLTU) Labuan.

Ketua Koperasi BIM Badri Wijaya mengatakan, pembuatan pupuk organik ini berawal dari sulitnya mendapatkan pupuk kimia untuk menyuburkan ta­naman kopi.

"Saat ini kita punya 100 ribu pohon kopi muda (baru ditanam). Nah ke­marin itu kita sempat terkendala dalam pemupukan karena pupuk langka di pasaran," katanya kepada Radar Banten, Kamis (25/8).

Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kelangkaan pupuk. Pada saat itu kebutuhan hanya sebanyak 6 kuintal, namun kosong di sejumlah agen pupuk di Cadasari.

"Hingga kita mencari sampai ke Kecamatan Cipeucang. Di sana juga tidak langsung dapat tetapi harus in­den hingga menunggu waktu selama satu bulan. Padahal saat itu kebutuhan hanya sebanyak 6 kuintal saja," terangnya.

Terjadinya kelangkaan pupuk menjadi pembahasan di Koperasi BIM. Untuk itu, pengurus dan anggota koperasi kemudian memiliki gagasan untuk membuat pupuk organik sendiri dari limbah FABA.

"Agar jangan tergantung dengan pupuk kimia. Makanya kita inisiatif membuat pupuk organik berbahan dasar FABA. Alhamdulilah hasil uji coba membuat pupuk dari limbah FABA sebanyak 4 ton berhasil. Sekalipun limbah, semuanya baik dari segi uji coba, Dinas Lingkungan Hidup (DHL) menyatakan aman. Ujicoba di Sucofindo kandungan nitrogen di atas rata-rata dan sudah kita launching juga di Indonesia Power dengan PLTU pusat," ungkapnya.

Setelah, uji laboratorium dinilai aman, selanjutnya akan dilakukan produksi pupuk organik secara besar-besaran. Selain untuk memenuhi kebutuhan kebun kopi seluas 50 hektare, juga untuk memenuhi kebutuhan pasar. "Insyaallah kita akan produksi banyak. Untuk tempat produksi dari PT Indonesia Power sudah menjanjikan memberikan tempat di luar PLTU," katanya.

Memproduksi pupuk organik dari limbah FABA sebaiknya harus jauh dari PLTU atau tepi pantai. Kalau di PLTU hasil produksinya kurang mak­simal karena kadar airnya tinggi. (mg-01/tur)