DECEMBER 9, 2022
Pandeglang

Produk Lokal Didorong Masuk e-Katalog

post-img

PANDEGLANG - Wakil Bupati Tanto Warsono Arban mendorong produk unggulan lokal Pandeglang masuk dalam e-katalog nasional. Pernyataan itu disampaikan Wabup usai acara pembukaan Apkasi Procurement Network (APN) 2022 bertempat di Hall A1 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (24/8). 

Menurut Tanto, sebagai upaya untuk mengembangkan dan memajukan UMKM, pihaknya mendorong usaha mikro kecil menengah untuk masuk dalam e-katalog pengadaan barang dan jasa tingkat nasional.

"Target pemerintah pusat, di mana pada akhir 2022 produk-produk lokal yang menjadi unggulan harus segera masuk ke e-katalog. Targetnya itu di atas 1 juta produk," kata Tanto melalui rilis yang disampaikan kepada Radar Banten, kemarin.

Dijelaskan Tanto, Pemerintah Pusat menginginkan masyarakat untuk men­cintai produk dalam negeri. Ke­bija­kan itu menjadi momentum me­maju­kan UMKM. "Maka dari itu kita tidak mau keting­galan untuk mengambil bagian di dalamnya. Untuk ikut memasu­kan produk UMKM Pandeglang," jelasnya.

Politisi Partai Golkar ini menyatakan, program ini merupakan peluang besar dalam upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Khususnya bagi mereka yang memiliki produk-produk hasil kerajinan.

"Oleh karena itu, kami akan mendo­rong produk lokal yang menjadi ung­gulan daerah bisa masuk e-katalog sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Terlebih di Kabupaten Pandeg­lang, masyarakat penggiat kerajinan serta UMKM begitu banyak," terangnya.

Hanya saja, pemasaran produk kerap menjadi kendala. Tentu saja dengan hadirnya program e-katalog ini dapat menjadi solusi pemasaran produk bagi pelaku UMKM di daerah.

"Harapannya produk-produk UMKM yang ada di Pandeglang bisa masuk dalam e-Katalog. Sehingga seluruh UMKM bisa lebih maju dan lebih berkembang," harapnya.

Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) pada Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindus­trian dan Perdagangan (Diskoperindag) Pandeglang Sukri mengungkapkan, beberapa produk UMKM sudah siap masuk ke e-Katalog. "Sementara ini baru beberapa UMKM sudah berjalan. Diantaranya pengadaan ATK dan makan minum dari rumah makan mau­pun restoran," jelasnya.(mg-01/tur)